Thursday, February 18, 2016

Tragedi yang Terjadi Pada Bulan Februari

INILAH PERISTIWA-PERISTIWA YANG TERCATAT DALAM SEJARAH DUNIA PADA BULAN FEBRUARI :
1 FEBRUARI
  • Imam Khomeini Kembali ke Iran
Tanggal 1 Februari tahun 1979, setelah lima belas tahun berada di pengasingan, akhirnya Imam Khomeini, pemimpin revolusi Islam Iran, kembali ke Iran. Jutaan rakyat Iran turun ke jalan-jalan untuk menyambut Imam Khomeini dengan sangat antusias dan penuh kegembiraan. Setelah pesawat yang membawa Imam Khomeini dari Paris mendarat di bandara Mehrabad, Imam Khomeini memberikan pidato singkat dan kemudian langsung menuju taman makam pahlawan, Behest Zahra. Di sana, di hadapan rakyat Iran, beliau menyampaikan pidato bersejarah, yang antara lain berisi keputusan beliau untuk mendirikan pemerintahan baru di Iran dengan dukungan rakyat. Sepuluh hari kemudian, Imam Khomeini berhasil meraih kontrol atas pemerintahan di Iran secara penuh dan dengan demikian, revolusi Islam di Iran berhasil mencapai kemenangannya. Sepuluh hari bersejarah itu, yaitu sejak tanggal 1 Februari hingga 11 Februari atau menurut kalender nasional Iran, sejak tanggal 10 hingga 22 Bahman, hingga kini diperingati rakyat Iran dengan nama “Sepuluh Hari fajar”.
  • Muslim bin Aqil Gugur Syahid
Tanggal 9 Dzulhijjah tahun 60 Hijriah, Muslim bin Aqil, sepupu Imam Husain, gugur syahid di kota Kufah, Irak. Sebelumnya, ribuan rakyat kufah mengirim surat kepada Imam Husain dan meminta beliau datang ke Kufah untuk memimpin perjuangan melawan Khalifah Yazid bin Muawiyah yang sangat zalim. Imam Husain pun kemudian mengutus sepupu beliau, Muslim bin Aqil, untuk meninjau situasi di Kufah. Awalnya, rakyat Kufah menyambut Muslim dengan penuh semangat dan menyatakan janji mereka untuk mendukung Imam Husain. Namun, akibat politik teror dan represif yang dijalankan Ubaidullah bin Ziyad, walikota Kufah yang merupakan tangan kanan Yazid bin Muawiyah, rakyat Kufah berbalik mendukung Yazid. Muslim bin Aqil yang sudah terlanjur mengirimkan surat ke Madinah yang menceritakan kesetiaan rakyat Kufah kepada Imam Husain, kemudian ditangkap dan dibunuh oleh Ubadillah bin Ziyad. Sehari sebelumnya, tanggal 8 Dzulhijjah, Imam Husain telah berangkat meninggalkan Mekah untuk menuju Kufah.
2 FEBRUARI
  • John Dalton Meninggal
Tanggal 2 Februari tahun 1844, John Dalton, seorang fisikawan dan kimiawan Inggris terkenal, meninggal dunia. Dalton merupakan pembangun teori atom sehingga dianggap sebagai salah seorang pendiri ilmu fisika modern. Karena menderita buta warna, Dalton juga melakukan penelitian dalam masalah ini. Dalton mengemukakan teori bahwa buta warna diakibatkan oleh tidak berwarnanya medium cair di bola mata. Salah satu hasil penelitian Dalton yang hingga kini masih digunakan dalam bidang sains adalah hukum perbandingan berganda yang lebih sering disebut sebagai Hukum Dalton, yang berbunyi, “Bila dua buah unsur dapat membentuk dua atau lebih senyawa untuk massa salah satu unsur yang sama banyaknya maka perbandingan massa unsur kedua akan berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana”
  • Dmitri Ivanov Mendeleev Meninggal
Tanggal 2 Februari tahun 1907, Dmitri Ivanov Mendeleev, seorang kimiawan Rusia terkenal, meninggal dunia pada usia 73 tahun di kota St. Petersburg. Mendeleev dikenal atas keberhasilannya menyusun 63 elemen kimia yang ada pada saat itu ke dalam sebuah tabel periodik dengan berdasarkan massa atomnya. Tabel Periodik Mendeleev ini dipublikasikan dalam bukunya berjudul “Prinsip Kimia”, pada tahun 1869. Mendeleev dalam tabelnya itu bahkan menyediakan ruang kosong untuk unsur kimia yang diprediksikannya akan ditemukan pada masa mendatang. Mendeleev mempublikasikan versi terakhir tabelnya tahun 1871. Pada tahun 1906, Mendeleev menjadi kandidat penerima Nobel. Anehnya, Komite Nobel Kimia, tidak memberikan hadiah itu kepada Mendeleev, padahal tabel ciptaannya merupakan dasar bagi banyak penemuan baru hingga sekarang. Hadiah Nobel tahun 1906 bahkan diberikan kepada Henri Moissan yang menemukan unsur fluorine, elemen yang telah diprediksi keberadaannya oleh Mendeleev.
  • Abu Bakar Anbari Meninggal
Tanggal 9 Dzulhijjah tahun 328 Hijriah, Abu Bakar Anbari, seorang cendekiawan terkemuka Islam, meninggal dunia. Abu Bakar Anbari, atau lebih dikenal dengan Ibnu Anbari, dikenal menguasai bidang tafsir Al-Quran dan ilmu bahasa. Ibnu Anbari memiliki ingatan yang sangat kuat sehingga sejarawan mencatat bahwa selama menuntut ilmu, Ibnu Anbari hanya mengandalkan ingatannya dan sangat sedikit membuat catatan di buku. Ibnu Anbari meninggalkan banyak karya penulisan, di antaranya berjudul “Adabul Kaatib” dan “Dhamairul Quran”.
3 Februari
  • Imam Khomeini Akan Bentuk Pemerintahan Sementara
Tanggal 3 Februari tahun 1979, dua hari setelah kembalinya Imam Khomeini ke Iran, beliau mengadakan jumpa pers dengan para wartawan. Dalam kesempatan itu, Imam Khomeini menjelaskan bahwa pemerintahan revolusi Islam akan segera dibentuk dengan tugas untuk mempersiapkan pelaksanaan referndum. Referendum ini direncanakan akan diadakan setelah disusunnya undang-undang dasar Republik Islam. Selain itu, Imam Khomeini juga menyatakan akan mengeluarkan fatwa jihad kepada rakyat Iran, bila tindakan represif pemerintahan Perdana Menteri Shapour Bakhtiar masih diteruskan. Imam Khomeini juga menyerukan kepada angkatan bersenjata Iran agar bergabung dengan rakyat untuk mendukung revolusi Islam.
  • Tentara AS Menginvasi Kepulauan Marshall
Tanggal 3 Februari tahun 1944, tentara AS menginvasi Kepulauan Marshall di Lautan Pasifik. Kepulauan ini sebelumnya berada di bawah kekuasaan Jepang sejak tahun 1914, dalam era perang Dunia Pertama. Perjanjian Versailles yang mengakhiri Perang Dunia Pertama, menetapkan bahwa pulau-pulau yang semula dikuasai Jerman, termasuk kepulauan Marshall, Carolina, dan Mariana, harus diserahkan kepada Jepang di bawah pengawasan Liga Bangsa-Bangsa. Namun, Jepang keluar dari Liga Bangsa-Bangsa pada tahun 1933 dan menjadikan kepulauan di Pasifik tersebut sebagai pangkalan militer. Selama Perang Dunia II, kepulauan ini menjadi sasaran serangan pasukan Sekutu dan akhirnya pada tanggal 3 Februari, kepulauan Marshall jatuh ke tangan AS dengan mengorbankan nyawa sekitar 400 tentara AS.
  • Terusan Suez Diserang Jerman
Tanggal 3 Februari tahun 1915, dalam era Perang Dunia Pertama, Terusan Suez yang saat itu berada di bawah kekuasaan Inggris, diserang oleh pasukan bersama Jerman dan Ottoman. Posisi Terusan Suez yang sangat strategis, yaitu menghubungkan Lautan Mediterania dengan Lautan Merah, menjadikan terusan ini objek rebutan antara pasukan Sekutu dan Axis. Inggris yang khawatir kehilangan kontrol atas Terusan Suez, karena akan membahayakan daerah-daerah koloninya di Asia, berusaha mati-matian mempertahankan Terusan ini. Akhirnya pasukan aliansi Jerman dan Ottoman terpaksa menelan kekalahan dan terusan itu terus berada di bahwa kekuasaan Inggris sampai tahun 1956 ketika dinasionalisasi oleh Presiden Mesir saat itu, Gamal Abdul Naser.
4 Februari
  • Konferensi Pers Shapour Bakhtiar
4 Februari tahun 1979, lima hari setelah kembalinya Imam Khomeini ke Iran dan menyampaikan keputusan beliau untuk mendirikan pemerintahan sementara yang bertugas untuk mempersiapkan dilaksanakannya referendum, Perdana Menteri Shapour Bakhtiar mengadakan sebuah konferensi pers. Dalam konferensi pers itu, Shapour Bakhtiar berusaha menenangkan rakyat Iran dan membujuk rakyat untuk berpaling dari perjuangan revolusi Islam. Dalam konferensi pers itu, Bakhtiar juga menyatakan tidak akan membiarkan Imam Khomeini mendirikan sebuah pemerintahan sementara. Sementara itu, gelombang demonstrasi semakin meningkat di kalangan rakyat Iran. Satu demi satu pejabat tinggi pemerintah, anggota parlemen, dan pasukan militer mengundurkan diri. Dengan demikian, seruan Shapour Bakhtiar dalam konferensi pers itu tidak mencapai hasil dan secara praktis dia telah kehilangan kontrolnya atas negara.
  • Konferensi Yalta Diselenggarakan
4 Februari tahun 1945, menyusul semakin dekatnya kejatuhan Jerman dalam Perang Dunia Kedua, diadakan Konferensi Yalta di Semenanjung Crimea, Uni Soviet. Peserta konferensi ini adalah Winston Churchill dari Inggris, Joseph Stalin dari Soviet, dan Presiden Roosevelt dari Amerika Serikat. Para peserta konferensi menegaskan kembali kesepakatan yang telah diambil dalam Konferensi Casablanca mengenai penyerahan tanpa syarat Jerman. Selain itu, dalam Konferensi Yalta juga disepakati rencana untuk membagi Jerman ke dalam empat wilayah pendudukan oleh Amerika, Inggris, Perancis, dan Soviet.
Keputusan penting lain dalam konferensi ini adalah disepakatinya sidang pembentukan PBB di San Francisco pada bulan April 1945 dan kesepakatan tentang adanya hak veto yang dimiliki oleh ketiga negara tersebut dalam Dewan Keamanan yang akan dibentuk dalam organisasi PBB. Namun kesepakatan Yalta dalam beberapa bulan telah bubar dan dimulailah perang dingin antara AS dan Soviet.
  • Srilanka Merdeka
4 Februari 1948, Srilangka meraih kemerdekaannya dari Inggris dan hari ini dijadikan Hari Nasional Srilanka. Srilanka pada abad ke-16 menjadi jajahan Portugis dan kemudian jatuh ke tangan Belanda. Pada tahun 1798, Srilanka secara resmi menjadi koloni Inggris. Sejak tahun-tahun awal Perang Dunia Pertama, rakyat Srilangka bangkit memperjuangkan kemerdekaan mereka. Akhirnya pada tahun 1931, Inggris terpaksa memberikan hak pilih kepada rakyat dan terbentuklah parlemen Srilanka. Namun, dalam politik luar negeri, Srilangka masih belum sepenuhnya merdeka. Oleh karena itu, rakyat negara ini kembali berjuang sampai akhirnya merdeka penuh pada tahun 1948.
5 FEBRUARI
  • Dekrit Pembentukan Pemerintahan Sementara Iran
5 Februari tahun 1979, Imam Khomeini mengeluarkan surat perintah pembentukan pemerintahan revolusi Islam Iran sementara. Dalam surat perintah ini, Imam memaparkan tujuan dan program-program revolusi Islam dan pemerintahan sementara diminta untuk berusaha mencapai tujuan-tujuan tersebut. Tujuan utama pembentukan pemerintahan sementara itu adalah untuk melaksanakan referendum bagi penentuan sistem politik negara, pelaksanaan pemilu, pembentukan dewan penyusun undang-undang dasar dan pelaksanaan pemilihan anggota parlemen Islam pertama. Sementara itu, rezim Shah memberlakukan situasi darurat militer dan sisa-sisa pendukung rezim ini mengadakan demonstrasi-demonstrasi menentang pembentukan pemerintahan Islam. Sebaliknya, sebagian besar rakyat Iran terus mengadakan demonstrasi besar-besaran di berbagai penjuru negeri menuntut dibubarkannya rezim Shah dan dibentuknya pemerintahan Islam.
  • Perjanjian Aqabah Kedua Ditandatangani
13 Dzulhijjah setahun sebelum Hijrah, Rasulullah SAWW menjalin perjanjian Aqabah Dua dengan penduduk kota Yatsrib yang kelak berubah nama menjadi Madinatun-Nabi atau Kota Nabi. Perjanjian ini dibuat dalam rangka menengahi perselisihan antara dua kabilah di Yatsrib, yaitu Aus dan Khazraj. Kedua kabilah itu telah melewati peperangan yang panjang dan karenanya, mereka mencari seseorang yang bisa dipercaya untuk menciptakan perdamaian dan ketenangan di antara mereka. Sementara itu, beberapa penduduk Yastrib telah masuk Islam dan mereka memberitahukan kaumnya tentang keunggulan dan kemuliaan akhlak Rasulullah. Oleh karena itu, penduduk Yatsrib mengirimkan delegasi untuk menemui Rasulullah dan meminta beliau agar datang ke Yatsrib demi menciptakan perdamaian di sana. Atas bimbingan dan petunjuk Rasulullah, warga Yatsrib pun akhirnya bersedia menandatangani Perjanjian Aqabah, yang selain berisi perjanjian damai di antara kedua kabilah, juga perjanjian untuk membela Rasulullah.
  • Agha Buzurg Tehrani Meninggal
13 Dzulhijjah tahun 1389 Hijriah, Agha Buzurg Tehrani, seorang ahli fiqih dan cendikiawan termasyhur Iran, meninggal dunia. Beliau dilahirkan tahun 1293 Hijriah di Teheran, Iran. Setelah melalui pendidikan dasarnya, beliau melanjutkan menuntut ilmu di kota Najaf, Irak hingga mencapai derajat mujtahid. Agha Buzurg Tehrani selama hidupnya berhasil menyusun berbagai karya penulisan yang sangat bernilai, di antaranya terkait dengan penulisan ensiklopedia Islam yang hingga dikenal sebagai buku ensiklopedi Islam terbesar dan terlengkap. Sekitar 25 judul kitab yang kesemuanya mencapai lebih dari 100 jilid berhasil ia susun. Di antara karyanya yang terpenting adalah kitab “Adz-Dzari’ah ila Tashanif Asy-Syi’ah”. Dalam kitab yang terdiri dari 25 jilid ini tertulis nama-nama penulis muslim terkenal termasuk karya-karya mereka. Tehrani juga menulis sebuah kitab berjudul “Thabaqat A’lam As-Syi’ah” yang ia tulis dalam 20 jilid kitab. Dalam kitab ini dituliskan kondisi dan karya cendekiawan muslim sejak abad ke-4 hingga ke-14 hijriah.
6 FEBRUARI
  • Jenderal Heisser Datang ke Iran
Tanggal 6 Februari tahun 1979, Jenderal Heisser, utusan khusus AS, tiba di Teheran untuk menyampaikan dukungan AS terhadap panglima-panglima militer rezim Pahlevi dan mempersiapkan kudeta terhadap revolusi Islam. Sebelumnya, setelah kembalinya Imam Khomeini dari pengasingan beliau di Paris pada tanggal 1 Februari, sekitar 35 ribu tentara AS yang berpangkalan di Iran telah kembali ke negeri mereka dan sepuluh ribu sisanya juga tengah bersiap-siap untuk angkat kaki dari Iran.
Sementara itu, jutaan rakyat Iran mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk mendukung perintah Imam Khomeini yang dikeluarkan sehari sebelumnya, yaitu tanggal 5 Februari, berkenaan dengan pembentukan pemerintahan revolusi Islam Iran sementara. Dalam demonstrasi itu, rakyat Iran juga menuntut mundurnya pemerintahan Perdana Menteri Shapour Bakhtiar.
  • Perjanjian Segi Lima Ditandatangani
Tanggal 6 Februari tahun 1922, konferensi pembatasan senjata internasional yang berlangsung di Washington berakhir dengan ditandatanganinya Perjanjian Segi Lima. Perjanjian ini ditandatangani oleh lima negara peserta konferensi, yaitu AS, Inggris, Perancis, Italia, dan Jepang. Berdasarkan perjanjian ini, penggunaan segala jenis gas kimia, bahan kimia beracun, dan gas pemati rasa dalam peperangan, dinyatakan terlarang. Beberapa tahun kemudian, pada bulan Juni 1925, melalui protokol di Genewa, sebagian besar negara dunia menandatangani perjanjian untuk tidak menggunakan gas-gas pembunuh dalam perang.
  • Perang Jepang-Rusia Dimulai
Tanggal 6 Februari tahun 1904, perang Jepang-Rusia dimulai dengan adanya serangan dari tentara Jepang terhadap tentara Rusia yang berpangkalan di Cina. Sebelumnya, pada tahun 1895, Jepang berhasil mengalahkan Cina dan menduduki sebagian wilayah Cina. Perang Jepang-Rusia ini meletus sebagai akibat dari persaingan antara Rusia dan Jepang dalam memperebutkan Korea dan Manchuria. Sebelumnya, pada tahun 1898, Rusia menekan Cina untuk menyewakan pelabuhan Port Arthur yang sangat strategis, di utara Manchuria. Rusia pun kemudian berusaha memperluas wilayah pendudukannya di Manchuria. Di lain pihak, Jepang merasa lebih berhak atas Cina, termasuk Manchuria, karena kemenangannya dalam perang Cina-Jepang pada tahun 1895.
Perang antara Rusia-Jepang ini berakhir dengan kemenangan Jepang. Pada bulan September 1905, atas mediator AS, Rusia dan Jepang menandatangani Perjanjian Portsmouth yang berisi penyerahan Manchuria, setengah dari pulau Sakhalin, dan Korea, kepada Jepang.
7 Februari
  • Tentara Iran Berbaiat Kepada Imam Khomeini
Tanggal 7 Februari tahun 1979, dalam perkembangan menuju detik-detik kemenangan Revolusi Islam Iran, berbagai kelompok militer dengan mengenakan pakaian resmi militer mereka, berdatangan ke rumah Imam Khomeini dan berbaiat atau berjanji setia kepada beliau. Berbagai kelompok masyarakat juga menemui Imam serta menyampaikan baiat dan dukungan mereka kepada Imam dan Revolusi Islam Iran.
  • Imam Hadi a.s. Lahir
Tanggal 15 Dzulhijjah 214 Hijriah, Imam Ali An-Naqi a.s., yang memiliki nama panggilan “Imam Hadi”, terlahir ke dunia di kota Madinah. Beliau adalah keturunan Rasulullah generasi ke… dan putra dari Imam Jawad, imam ke- kaum muslimin. Setelah Imam Jawad gugur syahid akibat dibunuh oleh penguasa, Imam Hadi menggantikan posisi beliau sebagi pemimpin umat muslim. Saat itu, kekhalifahan Islam tengah berada di tangan Khalifah Mutawakil dari Dinasti Abbasiah. Mutawakil yang khawatir akan meluasnya pengaruh Imam Hadi di tengah masyarakat, kemudian mengasingkan Imam Hadi ke kota Samara, Irak. Meskipun mengalami tekanan yang sangat besar dari penguasa, Imam Hadi terus berusaha menyampaikan risalah Rasululah dan membimbing umat muslim. Beliau mendidik banyak murid yang kelak di antaranya menjadi ulama terkemuka, salah satunya adalah Sayyid Abdul Adzhim Hasani. Salah satu di antara hadis Imam Hadi berbunyi, “Yang lebih baik dari segala kebaikan adalah orang yang melakukan kebaikan itu; yang lebih indah dari perkataan yang bernilai, adalah si penyampai perkataan itu; dan yang lebih tinggi dari ilmu adalah si pembawa ilmu tersebut.”
  • Husain bin Thalal Meninggal
Tanggal 7 Februari tahun 1999, Husain bin Thalal, Raja Yordania, meninggal dunia akibat kanker. Dia dilahirkan pada tahun 1935 dan menyelesaikan pendidikan di akademi militer Inggris. Raja Husain naik tahta pada usia tujuh belas tahun setelah ayahnya, Raja Thalal, pada tahun 1952 dinyatakan tidak mampu memerintah akibat penyakit yang dideritanya. Selama masa pemerintahannya, Raja Husain mengalami berbagai upaya kudeta dan teror, di antaranya invasi dan pendudukan rezim Zionis atas kawasan Tepi Barat Sungai Yordan. Salah satu peristiwa bersejarah yang terjadi pada masa pemerintahan Raja Husain adalah tragedi September Hitam. Saat itu, pada bulan September 1970, Raja Husain yang mengkhawatirkan terganggunya kestabilan Yordania, memerintahkan pasukannya untuk melakukan represi terhadap para pengungsi Palestina yang berada di Yordania, yang berakhir dengan pembunuhan massal terhadap sekitar 15.000 warga Palestina. Raja Husain merupakan pendukung utama rencana AS untuk menjalin “perdamaian” antara Arab dan rezim Zionis. Pada tahun 1994, ia menandatangani perjanjian damai dengan rezim Zionis. Sepeninggal Raja Husain, tahta kerajaan diduduki oleh putranya, Raja Abdullah, yang beribukan seorang perempuan asal Inggris.
10 Februari
  • Pemerintahan Militer di Teheran Diperpanjang
10 Februari tahun 1979, para jenderal Rezim Shah di Iran memperpanjang masa pemerintahan militer di Teheran. Dengan langkah ini, mereka berusaha mencegah bantuan rakyat terhadap anggota Angkatan Udara Iran yang telah berpihak kepada revolusi, yang saat itu tengah diserang oleh pasukan pengawal kerajaan. Selain itu, mereka berharap, dalam tenggang waktu itu, Imam Khomeini dan para pendukungnya bisa ditangkap atau dibunuh. Imam Khomeini dalam menangggapi hal ini, menyerukan kepada rakyat agar tidak memperdulikan pemerintahan militer tersebut. Rakyat Iran pun meneruskan aksi-aksi demonstrasi mereka dan terjadilah bentrokan di berbagai pangkalan militer yang masih setia kepada Shah.
Ali a.s. Dinobatkan Sebagai Pemimpin Kaum Muslimin
18 Dzulhijjah 10 Hijriah, Rasulullah SAWW dalam perjalanan pulang ke Madinah seusai menunaikan haji wada’ atau haji terakhir beliau, di sebuah kawasan bernama Ghadir Khum, mengumumkan kepada kaum muslimin, bahwa Imam Ali a.s., akan menajdi pemimpin umat sepeninggal Rasulullah. Sesampainya Rasulullah di Ghadir Khum, beliau naik ke atas bukit dan sambil mengangkat tangan Imam Ali, Rasulullah bersabda, “Siapa yang menjadikanku sebagai pemimpin, maka Ali juga akan menjadi pemimpinnya. Ya Allah, cintailah siapa yang mencintai Ali dan musuhilah siapa yang memusuhi Ali.”
Selanjutnya, Rasulullah menyampaikan khutbah tentang keutamaan Ahlul Bait atau keluarga beliau. Rasulullah juga menjelaskan posisi Ahlul Bait dan hubungannya dengan Al-Quran. Beliau bersabda, “Ahlul Bait dan Al-Quran adalah dua hal yang tidak akan mungkin terpisahkan satu sama lain, sampai akhirnya mereka akan menemuiku di hari kiamat, di Telaga Kautsar”.
Setelah itu, Rasulullah menyampaikan ayat Al-Quran yang baru saja diwahyukan kepada beliau, yaitu Surah Al-Maidah ayat 3 : “Hari ini orang-orang kafir itu merasa putus asa dengan agama kalian. Karena itu, janganlah kalian merasa takut dengan mereka. Takutlah kepada-Ku. Hari ini aku sempurnakan agama kalian. Aku sempurnakan pula nikmat-Ku bagi kalian. Aku telah rela Islam menjadi agama yang kalian anut”. Peristiwa yang sangat historis ini diperingati setiap tahun oleh para pengikut Ahlul Bait sebagai Hari Raya Al-Ghadir atau Idul Ghadir.
  • Perjanjian Damai PD II Ditandatangani
10 Februari tahun 1947, ditandatangani perjanjian damai di antara negara-negara yang tergabung dalam blok Sekutu dan Axis dalam Perang Dunia Kedua. Penandatangan perjanjian damai itu adalah negara-negara pemenang perang, yaitu Amerika, Rusia, Inggris, dan Perancis, serta negara-negara yang kalah perang, yaitu Italia, Finlandia, Polandia, Hongaria, Rumania, dan Bulgaria.
11 FEBRUARI
  • Kemenangan Revolusi Islam Iran
11 Februari tahun 1979, sepuluh hari setelah kembalinya Imam Khomeini dari pengasingan beliau di Paris, akhirnya Revolusi Islam Iran berhasil meraih kemenangannya. Pada hari ini, kendali pemerintahan Iran secara penuh berhasil diambil alih oleh Imam Khomeini. Perdana Menteri rezim Shah, Shapour Bakhtiar melarikan diri ke luar negeri dan militer Iran menyatakan diri bergabung dengan rakyat dan revolusi. Pada hari itu, radio dan televisi Iran yang telah diambil alih oleh kekuatan revolusi, untuk pertama kalinya mengudara dengan membawa pesan-pesan revolusi. Dengan demikian, berakhirlah masa kepemimpinan raja-raja Iran yang tiran dan despotik, yang telah berlangsung selama 2500 tahun.
  • Nelson Mandela Dibebaskan dari Penjara
11 Februari tahun 1990, Nelson Mandela, pemimpin perjuangan bangsa kulit hitam dalam melawan politik rasialis di Afrika Selatan, setelah 27 tahun dipenjara, akhirnya meraih kebebasan. Mandela dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh rezim apartheid Pretoria akibat aktivitasnya dalam memperjuangkan hak-hak bangsa kulit hitam. Namun, perjuangan bangsa kulit hitam Afrika Selatan tidak berhenti dengan ditahannya Mandela. Menguatnya perjuangan warga kulit hitam, ditambah dengan tekanan dari dunia internasional, membuat rezim Pretoria terpaksa membebaskan Mandela. Setahun kemudian, Mandela dan berbagai unsur politik di Afsel mengadakan perundingan dan sepakat untuk mengadakan pemilu multiras pada tahun 1994. Dalam pemilu ini, partai Partai African National Congress yang dipimpin Mandela berhasil meraih suara terbanyak dan Mandela diangkat sebagai presiden kulit hitam pertama di Afsel.
  • Vatikan Meraih Kemerdekaan
11 Februari tahun 1929, dengan ditandatanganinya Perjanjian Lateran antara Vatikan dan Italia, kota Vatikan secara resmi meraih kemerdekaannya. Dalam gerakan penyatuan Italia pada tahun 1870, wilayah kekuasaan para pemimpin gereja juga dimasukkan ke dalam wilayah Italia. Namun, gereja Katolik Roma tidak menerima hal ini dan timbullah konflik antara gereja dengan kerajaan Italia yang akhirnya diselesaikan dengan perjanjian Lateran. Perjanjian ini ditandatangani oleh Kardinal Gaspari yang mewakili Pius XI dan Benito Mussolini yang mewakili Raja Victor Emmanuel III. Dalam perjanjian ini, Italia mengakui negara baru bernama Vatikan City yang berdaulat dan independen. Italia juga menjamin pelayanan publik di Vatican City. Perjanjian Lateran ini tetap diakui meskipun setelah perang Dunia Kedua, sistem kerajaan Italia berakhir dan berubah menjadi negara republik.
12 Februari
  • Immanuel Kant Meninggal
12 Februari tahun 1804, Immanuel Kant, seorang filsuf terkenal Jerman, meninggal dunia pada usia 80 tahun. Ia dilahirkan pada tahun 1724 di tengah keluarga yang relijius. Salah satu di antara pendapat Kant adalah karena keberadaan Tuhan tidak bisa dibuktikan, maka kita harus mempercayai keberadaan Tuhan itu melalui pemahaman logis. Menurut Kant, keberadaan Tuhan merupakan satu di antara tiga postulat moral, selain kebebasan kehendak dan keabadian jiwa. Lebih jauh lagi, Kant menyatakan bahwa tidak ada realitas yang benar-benar ada; segala sesuatu yang ada di alam dunia pada hakikatnya hanyalah bagian dari alam ide. Kant banyak meninggalkan karya penulisan di berbagai bidang ilmu, seperti filsafat, matematika, dan astronomi, di antaranya berjudul “Critique of Pure Reason”.
  • Charles Darwin Lahir
12 Februari tahun 1809, Charles Darwin, seorang ilmuwan Inggris terkenal, terlahir ke dunia. Awalnya ia belajar di bidang kedokteran di Edinburgh University. Namun, karena tidak menukai bidang ini, ia beralih belajar teologi di Cambrige University. Pada tahun 1831, ia bergabung dalam tim ekspedisi penelitian ke Amerika Selatan. Ekspedisi yang berlangsung lima tahun itu menghasilkan karya terkenal Darwin yang berjudul, On the Origin of Species by Means of Natural Selection atau Asal Mula Spesies Melalui Seleksi Alam. Buku ini diterbitkan tahun 1859 dan menimbulkan kontroversi yang sangat luas karena telah menggoncang kepercayaan yang ada saat itu mengenai penciptaan alam. Dalam buku itu, Darwin mengemukakan teorinya bahwa makhluk hidup berevolusi melalui sebuah proses yang diistilahkannya sebagai seleksi alam. Menurut Darwin, makhluk hidup yang ada saat ini adalah mereka yang berhasil lolos seleksi dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya.
  • Hasan Al-Banna Gugur Syahid
12 Februari tahun 1948, Hasan Al Banna, seorang pejuang muslim terkemuka dan pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin, gugur syahid dalam teror yang dilancarkan Raja Mesir saat itu, yaitu Raja Faruq yang berkonspirasi dengan imperialis Inggris. Hasan Al-Banna selama masa pendidikannya di universitas aktif berjuang menentang imperialisme asing di negerinya. Pada tahun 1928, beliau mendirikan organisasi Ikhwanul Muslimin yang memperjuangkan penegakan nilai-nilai Islam dalam masyarakat dan pemerintah. Secara cepat, organisasi ini berkembang ke berbagai negara muslim dan Hasan Al Banna menjadi sangat terkenal di dunia Islam. Pada tahun 1948, organisasi ini dibubarkan pemerintah Mesir atas tuduhan telah melakukan pembunuhan terhadap Perdana Menteri Mesir saat itu dan merencanakan konspirasi untuk menggulingkan Raja Faruq. Para anggota organisasi ini banyak yang ditangkap, termasuk Hasan Al Banaa yang akhirnya dibunuh. Meskipun demikian, hingga kini organisasi tersebut masih terus aktif melanjutkan perjuangan mereka di berbagai engara Islam.
  • Sun Yat Sen Mendirikan Republik Cina
12 Februari tahun 1912, gerakan perlawanan rakyat Cina yang dipimpin oleh Sun Yat-sen mencapai keberhasilan dengan tumbangnya dinasi Manchu dan berdirinya Republik Cina. Sun Yat-sen adalah seorang dokter yang amat dipengaruhi oleh pemikiran Barat. Pada tahun 1905, ia mendirikan organisasi revolusioner yang berlandaskan tiga prinsip yaitu nasionalisme, demokrasi, dan kesejahteraan rakyat. Setelah kemenangan revolusi, Sun Yat-sen terpilih sebagai Presiden Cina, tetapi dua bulan kemudian terpaksa mundur dan digantikan oleh Yuan Shih-kai. Namun demikian, Sun Yat-sen meneruskan aktivitas politiknya dan ketika pemerintahan Yuan berubah menjadi diktator, ia memimpin revolusi melawan Yuan pada tahun 1913, namun gagal dan terpaksa mencari suaka ke Jepang. Pada tahun 1949, revolusi lain mengguncang Cina dengan dipimpin oleh Mao Tse Dong dan berdirilah pemerintahan komunis di Cina
13 Februari
  • Bagdad Jatuh Ke Tangan Hulagu Khan
13 Februari tahun 1258, kota Bagdad yang saat itu berada di bawah pemerintahan Dinasti Abbasiah, jatuh ke tangan Hulagu Khan dari Mongol. Raja terakhir Dinasti Abbasiah, yaitu Al-Musta’shim-billah, dibunuh dan dengan demikianlah, berakhirlah masa 520 tahun pemerintahan dinasti ini. Dalam serangan Hulagu Khan tersebut, setengah dari penduduk kota Bagdad dibunuh massal. Bangunan-bangunan bersejarah dan perpustakaan besar kota itu yang menyimpan banyak buku-buku bernilai tinggi, juga hancur dibakar.
  • English Declaration of Rights Disepakati
13 Februari tahun 1689, dalam upacara pengangkatan Raja William III dan Ratu Mary di Inggris, Parlemen Inggris membacakan Deklarasi Hak-Hak Inggris. Raja William III dan Ratu Mary dalam sumpah pengangkatan mereka menyatakan menerima dan akan mematuhi isi deklarasi tersebut. Deklarasi Hak-Hak Inggris yang disusun oleh parlemen Inggris itu, mengakhiri masa pengkultusan raja Inggris. Deklarasi ini dimaksudkan untuk mengontrol kekuasaan raja Inggris dan melarang raja untuk membubarkan parlemen atau membatalkan hukum yang telah ditetapkan parlemen sekehendak hatinya. Selain itu, hak raja untuk menarik pajak dari Parlemen juga dibatasi melalui deklarasi ini. Deklarasi Hak-Hak Inggris ini masih terus dijalankan hingga sekarang, sehingga Raja Inggris kini hanyalah berperan sebagai penguasa simbolik dan kekuasaan pemerintahan berada di tangan Perdana Menteri.
  • Abbas Iqbal Ashtiani Meninggal
13 Februari tahun 1956, Abbas Iqbal Ashtiani, seorang peneliti, penulis, ahli bahasa, dan sejarawan kontemporer Iran, meninggal dunia. Beliau dilahirkan pada tahun 1897 dan setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Iran, Ashtiani melanjutkan pendidikannya ke Perancis sampai tahun 1926, ia berhasil meraih gelar sarjana dari Universitas Sorbonne. Setelah kembali ke Iran, Ashtiani mengajar di universitas Teheran dan melakukan berbagai penelitian dan penulisan. Di antara karya-karya Abbas Iqbal Ashtiani, adalah buku berjudul “Jasa Iran Bagi Peradaban Dunia” dan “Sejarah Iran sejak Masa Lahirnya Islam Hingga Penguasaan Mongol.”
  • Ibnu Qifti Lahir
21 Dzulhijjah tahun 568 Hijriah, Jamaluddin Abul Hasan bin Yusuf Shibani, yang terkenal dengan nama Ibnu Qifti, seorang penulis muslim terkemuka, terlahir ke dunia di Mesir. Setelah menyelesaikan pendidikannya, dia bekerja di kantor pengadilan dan menyusun berbagai buku. Ibnu Qifti meninggalkan 26 karya penulisan di bidang sejarah, di antaranya yang paling terkenal berjudul “Sejarah Para Hakim”. Ibnu Qifti juga menulis buku sejarah Kairo, Maroko, Yaman, Dinasti Saljuk, Ghaznawi, dan Ali Buyeh.
  • Shah Fath Ali Memulai Pemerintahan
21 Dzulhijjah tahun 1212 Hijriah, Shah Fath Ali, raja kedua dari Dinasti Qajar di Iran, memulai masa kepemiminannya. Selama berada di bawah pemerintahan Shah Fath Ali, Iran selalu dilanda oleh berbagai konflik internal maupun eksternal, sebagai akibat dari lemahnya kepemimpinan sang raja. Salah satu di antara konflik tersebut adalah Pernag Iran-Rusia yang mengakibatkan sebagian bagian yang luas dari wilayah Iran jatuh ke tangan Rusia.
14 Februari
  • Warga Sa’sa’ Dibunuh Massal Kelompok Palmach
14 Februari tahun 1938, kelompok teroris Zionis bernama Palmach, menyerang desa Sa’sa’ di kawasan Palestina pendudukan dan membantai massal penduduk desa itu. Aksi teror yang berlangsung hingga keesokan harinya itu, menghancurkan 20 rumah warga dan menewaskan 60 orang, yang sebagian besar di antaranya perempuan dan anak-anak. Kelompok Palmach adalah divisi pembunuh rahasia dari kelompok militan Zionis, Haganah. Ada tiga kelompok besar teroris Zionis, yaitu Haganah, Irgun, dan Stern Gang. Kelompok-kelompok ini dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Yitzhak Shamir, Menachem Begin and David Ben-Gurion, orang-orang yang kemudian malah dianggap pahlawan dan menjadi pejabat tinggi, seperti Perdana Menteri. Kelompok-kelompok militan ini melancarkan aksi-aksi teroris terhadap rakyat sipil Palestina dengan harapan bisa menakuti-nakui mereka agar pergi meninggalkan rumah mereka sehingga bisa diambil alih oleh orang-orang Zionis. Kelompok Palmach, yang merupakan divisi pembunuh rahasia kelompok Haganah pimpinan Yitzhak Rabin, selain membunuh massal warga desa Sa’sa’, juga tercatat pernah membunuh massal desa di Balad Al-Sheikh dan Lydda.
  • Fatwa Imam Khomeini untuk Salman Rushdi
14 Februari tahun 1989, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Imam Khomeini, mengeluarkan fatwa hukuman mati atas dasar kemurtadan yang dilakukan Salman Rushdi. Penulis muslim asal Inggris itu dinilai telah murtad akibat menulis novel yang berjudul “Ayat-Ayat Setan”. Dalam novel itu, Salman Rushdi telah menghina dan merendahkan Islam, Al-Quran, dan Rasulullah SAWW. Pencetakan dan pendistribusian besar-besaran buku ini secara jelas mendapat dukungan dari pemerintah Barat sehingga membuktikan adanya konspirasi budaya yang dilancarkan oleh Barat terhadap kaum muslimin. Fatwa yang dikeluarkan Imam Khomeini ini menyadarkan masyarakat dunia mengenai kebusukan novel Ayat-Ayat Setan tersebut. Fatwa Imam ini juga mendapat dukungan luas dari sebagian besar ulama dunia Islam, Organisasi Konferensi Islam, dan kalangan cendikiawan independen dunia. Sebaliknya, pemerintah Barat malah memberi perlindungan penuh kepada Salman Rushdi dengan alasan melindungi kebebasan penulisan.
  • Maitsam Tammar Gugur Syahid
22 Dzulhijjah tahun 60 Hijriah, Maitsam Tammar, salah seorang sahabat utama Imam Ali a.s., gugur syahid. Awalnya, Maitsam adalah seorang budak yang kemudian dibeli dan dibebaskan oleh Imam Ali a.s. Mereka kemudian menjadi sahabat dekat. Imam Ali amat mencintai Maitsam dan sebaliknya, Maitsam selalu menjadi pembela dan pendukung Imam Ali. Sepeninggal Imam Ali, Maitsam terus mendukung dan membela Ahlul Bait, atau keluarga suci Rasulullah, sehingga akhirnya dibunuh oleh rezim penguasa saat itu, yaitu Dinasti Umawiyah.
  • Abdullah Anshari Meninggal
22 Dzulhijjah tahun 481 Hijriah, Abdullah Anshari, seorang cendikiawan besar Iran, yang terkenal dengan nama Pir Herat, meninggal dunia. Dia dilahirkan di kota Herat yang kini menjadi bagian dari wilayah Afganistan. Abdullah Anshari mempelajari berbagai ilmu yang berkembang di zamannya, antara lain fiqih, hadis, dan tafsir sehingga akhirnya mencapai derajat tinggi di bidang keilmuan. Sepanjang hidupnya, Abdullah Anshari mengabdikan umurnya untuk belajar dan mengajar. Dia juga meninggalkan banyak karya penulisan yang bernilai tinggi, di antaranya tafsir Al-Quran yang bersifat sastra-sufi, berjudul “Kashful Asrar wa ‘Iddatul Abrar”. Selain itu, Abdullah Anshari juga meninggalkan buku kumpulan syair-syair hasil karyanya sendiri.
15 Februari
  • Perang Perancis dan Inggris di Lautan India
15 Februari tahun 1782, dimulailah perang laut antara pasukan Inggris dan Perancis di pantai lautan India. Perang yang berlangsung selama tujuh bulan ini adalah rangkaian perang yang terjadi di antara kedua negara imperialis dalam memperebutkan kawasan India sebagai daerah koloni. Sebelum perang ini meletus, Perancis dan Inggris sebenarnya terikat “Perjanjian Paris” setelah keduanya terlibat perang lain selama 13 bulan di kota Madras, India. Dalam perjanjian itu, Perancis bersedia untuk melepaskan India dari incarannya sebagai wilayah koloni. Akan tetapi, ternyata perjanjian itu dilanggar oleh Perancis. Perang laut yang akhirnya dimenangi Perancis itu ternyata hanya berpengaruh di lautan, karena pada kenyataannya, Inggris tetap menjadi penjajah resmi India.
  • Finlandia Secara Utuh Dijajah Rusia
Tanggal 15 Februari 1808, Finlandia secara utuh dijajah oleh Rusia. Finlandia, sebuah negara lemah secara militer, memang sejak lama selalu merasa berada di bawah ancaman negara-negara kuat di sekitarnya, terutama Rusia. Karena itu, pada abad ke-12, Filnlandia meminta bantuan Swedia yang saat itu dikenal sebagai pesaing Rusia di bidang militer. Swedia bukannya memberikan bantuan, melainkan malah menjajah Finlandia. Setelah kekuatan Swedia semakin melemah akibat masalah-maslah internal, Rusia mulai mencaplok wilayah-wilayah Finlandia secara bertahap. Akhirnya, setelah 650 tahun berlalu dari penjajahan Swedia atas Finlandia, kawasan itu secara utuh dijajah Rusia. Sejak saat itu pula, rakyat Finlandia mulai bangkit mengadakan perlawanan. Akhirnya, seiring dengan meletusnya revolusi Rusia pada tahun 1917, Finlandia memerdekakan diri.
  • Tentara Uni Sovyet Angkat Kaki dari Afghanistan
Tanggal 15 Februari 1989, tentara merah Uni Sovyet berhasil diusir oleh para pejuang Mujahidin Afghanistan. Keberhasilan ini berhasil diraih para pejuang Mujahidin setelah sekitar 10 tahun melakukan perlawanan terhadap tentara Uni Sovyet yang bercokol di negaranya. Awalnya, tentara Uni Sovyet menyerbu ke Afghanistan dengan tujuan untuk mendirikan pemerintahan boneka di negara itu. AS yang merasa kepentingannya terancam di kawasan Asia selatan memberikan reaksi yang sangat keras, termasuk di antaranya membantu pembentukan kelompok-kelompok perjuangan Afghanistan. Di sisi lain, rakyat muslim Afghanistan sendiri memang sangat tidak menyukai kehadiran Uni Sovyet sehingga mereka terus menerus melakukan perlawanan bergerilya mengusir tentara uni Sovyet. Kemudian, akhir tahun 80-an, terjadi perubahan mendasar pada politik luar negeri Uni Sovyet sehingga Moskow tidak lagi banyak memberikan perhatian terhadap kehadiran tentaranya di Afghanistan. Akhirnya, pada tahun 1989, Moskow memerintahkan penarikan pasukannya dari seluruh kawasan Afghanistan.
  • Ayatullah Syakh Abbas Qummi Wafat
65 tahun yang lalu, tanggal 23 Dzulhijjah tahun 1359 Hijriah, Ayatullah Syaikh Abbas Qumi, seorang ulama dan ahli hadits terkenal asal Iran, meninggal dunia. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di bidang keagamaan, Ayatullah Qumi melanjutkan pendidikannya di kota Najaf Al-Asyraf, Irak. Ayatullah Qumi dikenal sebagai ulama yang melalui proses pembelajarannya dengan sangat sulit. Beliau meninggalkan banyak karya di bidang penulisan, dan yang paling terkenal adalah buku “Mafatihul Jinan”, sebuah karya penulisan berupa kumpulan doa-doa dan tata cara ziarah paling lengkap. Selain itu, Ayatullah Qumi juga menulis beberapa buku terkenal di antaranya “Muntahal Amal”, “Safinatul Bihar”, dan “Al-Fawa’id Ar-Radhawiyah”.
16 FEBRUARI
  • Lithuania Merdeka
Tanggal 16 Februari 1918, Lithuania meraih kemerdekaannya. Negara Lithuania pertama kali didirikan oleh Raja Mindaugas pada tahun 1230. Pada tahun 1795, Lithuania dianeksasi Rusia. Pada tahun 1918, menyusul kekalahan Rusia di Perang Dunia Pertama dan meningkatnya gerakan kemerdekaan di Lithuania, akhirnya negeri ini kembali merdeka. Pada tahun 1940, Lithuania diduduki Soviet dan setahun kemudian diduduki oleh Nazi German. Setelah kekalahan Nazi, Lithuania dijadikan bagian dari Uni Soviet. Selama bertahun-tahun, bangsa Lithuania melakukan perlawanan bersenjata melawan pendudukan Soviet, namun baru 50 tahun kemudian berhasil merdeka, yaitu tanggal 11 Maret 1990. Lithuania terletak di timur laut Eropa dan sebelah barat Rusia, memiliki luas wilayah 65 ribu kilometer persegi, dan berpenduduk sekitar empat juta orang.
  • Hak Veto Pertama Kali Digunakan
Tanggal 16 Februari 1946, untuk pertama kalinya, hak veto digunakan oleh wakil Soviet di PBB. Hak veto ini digunakan Soviet untuk menentang salah satu usulan Dewan Keamanan dalam kasus Syria dan Lebanon. Hak veto dimiliki oleh lima negara, yaitu Amerika, Rusia (yang sebelumnya merupakan bagian dari Uni Soviet), Inggris, Perancis, dan Cina. Hak veto seringkali digunakan secara sewenang-wenang dan berlandaskan pada kepentingan masing-masing negara pemilik hak veto. Oleh karena itulah keberadaan hak veto mendapat kritikan dan kecaman dari dunia internasional.
  • Syaikh Raghib Harb Gugur Syahid
Tanggal 16 Februari 1983, Syaikh Raghib Harb, imam Jumat kota Jabshiat di selatan Libanon, gugur syahid akibat teror dari rezim Zionis. Syaikh Raghib Harb merupakan salah satu pendiri Gerakan Perjuangan Islami di Libanon selatan dalam menentang rezim Zionis. Sebelumnya, beliau pernah ditahan rezim Zionis karena aktivitasnya dalam menggerakkan rakyat Libanon Selatan untuk melawan tentara Zionis yang menduduki daerah mereka. Namun, menyusul protes besar-besaran dari rakyat Libanon Selatan, Syaikh Raghib Harb kembali dibebaskan. Setelah dibebaskan, beliau tetap meneruskan perjuangan melawan tentara Zionis sampai akhirnya gugur syahid.
  • Rasulullah Bermubahalah Dengan Bani Najran
Tanggal 24 Dzulhijjah tahun 10 Hijriah, Rasulullah SAWW beserta putri beliau, Fathimah Az-Zahra, menantu beliau, Ali bin Abi Thalib, dan kedua cucu beliau, Hasan dan Husain (alayhimussalam), berangkat keluar dari kota Madinah untuk menemui para pembesar kabilah Kristen, Bani Najran. Sebelumnya, para pembesar Bani Najran itu datang menemui Rasulullah untuk mempertanyakan ajaran agama Islam. Namun, apapun jawaban yang diberikan Rasulullah, pembesar kabilah Kristen itu tetap tidak mau menerimanya. Lalu, Allah menurunkan firman-Nya, surat Ali-Imran ayat 60-61, yang artinya, “Itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu. Siapa yang membantahmu tentang kisah ‘Isa sesudah datang ilmu , maka katakanlah : “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.”
Oleh karena itulah, pada hari yang telah dijanjikan, Rasullah dengan membawa ahlul-bait atau keluarga suci beliau, datang ke sebuah tempat di luar kota Madinah. Para pembesar Bani Najran, begitu melihat kehadiran Rasullah yang hanya ditemani keempat tokoh mulia itu, yaitu Fathimah, Ali bin Abi Thalib, Hasan, dan Husain (alayhimussalam), merasa takut dan pemimpin mereka berkata, “Aku melihat wajah-wajah yang jika mereka bedoa agar gunung terbesar diruntuhkan, maka doa itu akan segera dikabulkan Tuhan. Kita tidak seharusnya bermubahalah dengan orang-orang yang agung ini, karena mungkin saja kita semua akan mati.” Oleh karena itu, para pembesar Bani Najran akhirnya mengajak Rasulullah berdamai.
17 Februari
  • Imam Ali Diangkat Sebagai Khalifah
Tanggal 25 Dzulhijjah tahun 35 Hijriah, Imam Ali memulai masa jabatannya sebagai khalifah kaum muslimin. Pengangkatan Imam Ali sebagai khalifah dimulai ketika di kalangan kaum muslimin terjadi kerusuhan akibat tewasnya khalifah ketiga Utsman bin Affan yang terbunuh pada tanggal 18 Dzulhijjah tahun 35 Hijriah. Kaum muslimin kemudian mendesak Imam Ali agar bersedia menjadi khalifah atau pemimpin mereka. Imam Ali selama empat tahun sembilan bulan masa kekhalifahannya, selalu menegakkan keadilan dengan sangat tegas, termasuk terhadap keluarga beliau sendiri. Hal ini membuat sebagian tokoh-tokoh masyarakat yang haus harta dan kekuasaan merasa tidak puas dengan kepemimpinan Imam Ali. Akibatnya, dalam masa pendek kekhalifahan beliau, terjai tiga kali peperangan di antara sesama kaum muslimin, yaitu Perang Jamal, Perang Shiffin, dan Perang Nahrawan. Akhirnya, pada bulan Ramadhan tahun 40 Hijriah, Imam Ali a.s. gugur syahid di masjid Kufah akibat dibunuh oleh seorang penentang beliau.
  • Perang Zaragoza Berakhir
Tanggal 17 Februari 1809 perang Zaragoza yang meletus antara Perancis dan Spanyol akhirnya berakhir dengan kemenangan Perancis dan didudukinya kota Zaragoza yang terletak di timur Spanyol oleh tentara Perancis. Perang ini dimulai tanggal 15 November 1808 dengan serangan tentara Napoleon ke kota Zaragoza dab mendapatkan perlawanan gigih dari rakyat kota itu. Perang ini menimbulkan korban yang sangat banyak. Pada tahun 1812, setelah Napoleon mundur dari Rusia dan setelah persatuan negara-negara Eropa juga mengalami kekalahan, akhirnya Spanyol pun lepas terbebas dari pendudukan Perancis.
  • Johann Heinrich Pestalozzi Meninggal
Tanggal 17 Februari 1809, Johann Heinrich Pestalozzi, seorang ahli pendidikan terkemuka Swiss, meninggal dunia. Pestalozzi adalah orang yang pertama membangun konsep pendidikan seperti training para guru dan inovasi dalam kurikulum seperti kelompok kerja, studi kerja, tingkatan nilai, kemampuan dalam kelompok, dan memberi kesempatan tiap individu untuk mengembangkan diri. Pestalozzi mengabdikan hidupnya untuk memberi kesempatan kepada anak-anak miskin di Eropa untuk memperoleh pendidikan. Pestalozzi juga menulis buku dan artikel-artikel di surat kabar untuk menarik masyarakat agar memberikan perhatian kepada anak-anak miskin.
  • Arab Maghreb Union Disahkan
Tanggal 17 Februari 1989, didirikanlah Arab Maghreb Union atau Persatuan Arab-Maghreb. Persatuan Arab-Maghreb didirikan oleh Lybia, Aljazair, Tunisia, Mauritania, dan maroko. Tujuan didirikannya Persatuan Arab-Maghreb adalah untuk menjaga kepentingan ekonomi regional dan meningkatkan serta memperluas kerjasama perekonomian dan budaya. Selain itu, Persatuan Arab-Maghreb juga bertujuan untuk menciptakan pasar bersama Afrika Utara dan mengurangi ketergantungan terhadapa negara-negara BArat. Namun, perselisihan antara negara-negara anggota, seperti perselisihan antara Aljazair dan MAroko dalam masalah Sahara membuat organsiasi ini tidak emmapu merealisasikan tujuan-tujuan tersebut dan oleh karena itu, kiniaktiviatas organsiasi ini cenderung stagnan.
  • Hakim Mawla Sabzewari Wafat
Tanggal 25 Dzulhijjah tahun 1290 Hijriah, Hakim Mawla Sabzewari, seorang ulama dan filsuf besar abad ke-13 Hijriah, meninggal dunia. Belaiu dikenal sebagai pengembang filsafat hikmah. Beliau mendirikan sebuah sekolah filsafat yang didatangi pelajar dari berbgai penjuru dunia muslim. Mawla Sabzewari dikenal menjalani kehidupan yang sangat relijius dan zuhud. Belaiu amat banyak meninggalkan karya penulisan yang menunjukkan ketinggian dan keluasan ilmu yang dmilikinya. Buku Mawla Sabzewari yang paling utama di bidang filsafat berjudul “Rahasia Kebijaksanaan” dan “Risalah Logika dalam Ayat”. Beliau juga meninggalkan ribuan bait syair bernilai tinggi yang mengandung filsafat dan sufisme.
18 Februari
  • Tentara Perancis Kalah Di Aljazair
170 tahun yang lalu, tanggal 18 Februari 1834, tentara Perancis yang sejak tahun 1830 menjajah Aljazair, mengalami kekalahan telak melawan pasukan Amir Abdul Qadir Aljazairy. Sepertiga tentara Perancis tewas dalam pertempuran itu dan setengah dari tentara yang masih hidup menjadi tawanan perang. Perancis yang baru pertama kalinya mengalami kekalahan besar di Afrika, menawarkan perdamaian. Namun, pemimpin perjuangan rakyat Aljazair, Amir Abdul Qadir Aljazairy itu menolak tawaran damai itu dan meneruskan perjuangannya sehingga hampir seluruh kawasan Aljazair berhasil dibebaskan.
Namun pada tahun 1836, tentara Perancis kembali mengalahkan pasukan Abdul Qadir dan setahun kemudian ditandatangani perjanjian di antara kedua pihak. Perjanjian itu di antaranya berisi kesediaan Preancis untuk mengakui pemerintahan Abdul Qadir tetapi tahun 1839, Perancis melanggar perjanjian dan perang kembali meletuslah. Dalam perang ini, Perancis menambah pasukannya dalam jumlah besar dan menggunakan staregi penghancuran terhadap basis-basis militer Abdul Qadir. Selain itu, tentara Perancis juga membuat rakyat kelaparan dengan cara menghancurkan ladang, kebun buah, and hewan ternak. Akhirnya, Amir Abdul Qadir terpaksa menyerah pada tahun 1847 dan dipenjarakan di Perancis. Penjajahan Perancis di Aljazair terus berlangsung hingga tahun 1962.
  • Abdul Karim Rifi Kalah
78 tahun yang lalu, tanggal 18 Februari 1926, perlawanan pejuang Maroko di bawah pimpinan Abdul Karim Rifi, melawan tentara Perancis dan Spanyol, mengalami kekalahan dan Abdul Karim Rifi dibuang ke Afrika Selatan. Abdul Karim Rifi memulai perjuangan mengusir penjajah bersamaan dengan pendudukan Spanyol atas sebagian wilayah Maroko pada tahun 1912. Meskipun pasukan Spanyol semakin menambah kekuatannya dan melakukan pembunuhan massal terhadap warga Maroko, namun pasukan Abdul Karim Rifi berhasil meraih kemenangan besar tahun 1921 dan bahkan memproklamirkan kemerdekaan sebagian wilayah Maroko. Sementara itu, sebagian lain dari wilayah Maroko berada di bawah penjajahan Perancis. Pada tahun 1924, Perancis melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan Abdul Karim Rifi dan dua tahun kemudian meraih kemenangan. Perancis menjajah Maroko hingga tahun 1956.
  • Gambia Merdeka
39 tahun yang lalu, tanggal 18 Februari 1965, Gambia meraih kemerdekaannya dari Inggris dan hari ini dijadikan hari nasional Gambia. Gambia adalah negara jajahan pertama Inggris di Afrika. Penjajahan Inggris atas Gambia dimulai sejak tahun 1588 dan selama empat abad, kekayaan alam negara ini dikuras oleh Inggris. Kerugian yang dialami Inggris akibat Perang Dunia II membuatnya tidak mampu lagi mempertahankan daerah-daerah jajahannya, sehingga pada tahun 1963, Inggris memberikan kekuasaan otonomi kepada Gambia. Pada tahun 1965, Gambia meraih kemerdekaan penuh daan menjadi anggota negara-negara persemakmuran Inggris. Pada tahun 1970, sistem pemerintahan Gambia beralih menjadi republik.
  • Kerusuhan Kota Tabriz Meletus
26 tahun yang lalu, tanggal 18 Februari 1978, kerusuhan di kota Tabriz yang terletak di barat laut Iran meletus. Kerusuhan ini berawal dari berkumpulnya rakyat kota Tabriz di mesjid besar Tabriz untuk memperingati gugurnya para syuhada yang dibunuh oleh tentara rezim Shah pada tanggal 9 Januari 1978 di kota Qum. Namun, para tentara memperlakukan warga yang berkumpul di mesjid itu dengan kasar hingga timbullah bentrokan yang akhirnya meluas menjadi kerusuhan besar di seluruh kota. Rezim Shah dalam usahanya untuk menutup-nutupi gerakan revolusi Islam rakyat Iran, melemparkan tuduhan bahwa pelaku kerusuhan itu adalah orang-orang yang datang dari luar perbatasan Iran.
19 Februari
  • Nicolas Copernicus Lahir
531 tahun yang lalu, tanggal 19 Februari 1473, Nicolas Copernicus, seorang ahli astronomi dan matematikawan terkenal, terlahir ke dunia di Polandia. Dia menuntut ilmu matematika dan hukum agama di Italia. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia bekerja di gereja Frauenburg. Di sela-sela pekerjaannya, Copernicus diam-diam melakukan penelitian di bidang astronomi. Pada tahun 1530, Copernicus menyelesaikan penelitian yang dituangkan dalam bukunya De Revolutionibus. Dalam buku itu, Copernicus menuliskan tesisnya yang revolusioner, yaitu bahwa bumi berotasi pada porosnya sekali sehari dan berevolusi mengelilingi matahari setahun sekali. Pada saat itu, pemikir di dunia Barat mempercayai teori Ptolemiac bahwa bumi adalah massa yang tetap, tidak bergerak, dan berada di tengah semesta, sedangkan semua anggota tata surya lainnya, termasuk matahari dan bintang-bintang, berkeliling mengitari bumi. Copernicus meninggal tahun 1543.
  • Deng Xiaoping Meninggal
7 tahun yang lalu, tanggal 19 Februari 1997, Deng Xiaoping, pemimpin Partai Komunis Cina, meninggal dunia. Deng lahir tanggal 22 Agustus 1904. Dia bergabung dengan CPC semasa menjadi pelajar dan pada 1977 ia menjadi ketua partai, sekaligus pemimpin de facto Republik Rakyat Cina. Selama masa kepemimpinannya, Cina berhasil menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Deng melakukan modernisasi di empat bidang, yaitu pertanian, industri, iptek, dan militer. Pada tahun 1990, Deng mengundurkan diri dari semua jabatan politiknya karena sakit, namun hingga meninggal dunia tahun 1997, ia tetap menjadi pemimpin yang paling berpengaruh di Cina.
  • Infiltrasi Militer AS di El Salvador Dimulai
23 tahun yang lalu, tanggal 19 Februari 1981, pemerintah AS mengeluarkan laporan mengenai semakin meningkatnya kekuatan militer komunis di El Salvador. Pada saat itu, dunia tengah berada dalam perang dingin antara blok barat dan blok timur. Atas dasar laporan ini, pemerintahan Ronald Reagan secara dramatis meningkatkan bantuan militer kepada pemerintah El Salvador, yang jumlahnya mencapai 5 juta dollar. Namun, perang saudara yang terjadi antara pemerintah junta militer El Salvador dukungan AS dan pemberontak kiri El Salvador dukungan Kuba dan Nikaragua, malah semakin meningkat. Puluhan ribu rakyat sipil menjadi korban dari perang ini. Sebuah komisi PBB yang menangani masalah ini mengkritik AS sebagai pihak yang bertanggung jawab memperkeruh keadaan di El Salvador. Pada tahun 1992, PBB dan Presiden Costa Rica, Oscar Arias, berhasil menjadi mediator untuk menjalin perjanjian di antara faksi-faksi yang berseteru.
  • Sa’di Shirazi Meninggal
733 tahun yang lalu, tanggal 27 Dzulhijjah tahun 691 Hijriah, Syaikh Mushlihuddin Sa’di Shirazi, seorang penyair termasyhur Iran, meninggal dunia. Sa’di dilahirkan di kota Shiraz dan di sana pula ia menempuh pendidikan dasarnya di bidang sastra dan agama. Kemudian, Sa’di meneruskan pendidikannya ke kota Bagdad dan mempelajari ilmu-ilmu yang berkembang saat itu di Madrasah Nizhamiah. Setelah tamat, Sa’di melakuakan perjalanan ke Damaskus, Palestina, Hijaz, Roma, dan negara-negara lainnya. Sekembalinya ke tanah kelahirannya, Sa’di menuangkan pengalaman hidupnya selama 30 tahun dalam syair-syair yang indah dan penuh hikmah.
Pada tahun 655 Hijriah, Sa’di menyelesaikan karya besarnya yang diberi judul “Bustan”. Di dalamnya, Sa’di mengungkapkan syair-syair dan prosa tentang keadilan, kebaikan, cinta, kerendahhatian, pendidikan, dan taubat. Pada tahun 656, lahirlah karya besar Sa’di lainnya berjudul “Gulistan”. Selain itu, Sa’di juga meninggalkan kumpulan syair yang terdiri dari dari qasidah, ghazaliat, dan rubaiyat. Sa’di dimakamkan di kota Shiraz dan makamnya menjadi salah satu objek pariwisata di Iran yang dikunjungi para pelancong dari berbagai negara.
20 Februari
  • Penjajahan Perancis di Haiti Dimulai
327 tahun yang lalu, tanggal 20 Februari 1677, pasukan Perancis berhasil mengalahkan tentara Spanyol yang saat itu tengah menduduki Haiti. Dengan kemenangan ini, dimulailah penjajahan Perancis atas Haiti. Selama masa penjajahannya, Perancis banyak mendatangkan budak-budak negro dari Afrika. Seiring dengan bergolaknya Revolusi Perancis, kaum budak Haiti di bawah pimpinan Toussaint L’Overture, mengangkat senjata untuk mengusir penjajah Perancis. Namun, pemberontakan ini gagal setelah Toussaint ditangkap dan dipenjarakan oleh Napoleon. Perjuangan kaum budak Haiti masih terus berlanjut hingga akhirnya Haiti berhasil merdeka pada tahun 1804 dan menjadi negara Amerika Latin pertama yang meraih kemerdekaannya.
  • Perang Perancis-Meksiko Berakhir
138 tahun yang lalu, tanggal 20 Februari 1866, berakhirlah perang antara Perancis dengan Meksiko yang telah meletus sejak tahun 1862. Meksiko meraih kemerdekaan pada tahun 1810. Namun situasi di negara itu tak kunjung stabil karena didera berbagai peperangan, di antaranya melawan AS yang berakhir dengan dicaploknya sebagian kawasan Meksiko ke dalam wilayah AS dan Perang Reformasi yang berakhir dengan hutang bertimbun dari Inggris, Perancis, dan Spnayol. Karena pemerintah Meksiko berhenti membayar hutang, tentara ketiga negara itu datang Meksiko pada tahun 1862. Kemudian Inggris dan Spanyol keluar dari Meksiko segera setelah mereka melihat bahwa Perancis lebih bertujuan mencari kekuasaan politik daripada menagih hutang.
Kaisar Perancis, Napoleon, mengambil kesempatan itu dengan menduduki Meksiko. Meksiko City direbut Perancis tahun 1863 dan Presiden Meksiko saat itu, Benito Juarez, melarikan diri dari ibu kota. Tahun 1864, seorang tokoh konservatif Meksiko bernama Maxmilian, yang merupakan saudara Kaisar Austria, diangkat sebagai Kaisar Meksiko atas dukungan Napoleon. Perlawanan kelompok liberal di bawah pimpinan Benito Juarez dan tekanan dari Amerika Serikat, membuat Napoleon akhirnya menarik pasukannya dari Meksiko tahun 1866. Kaisar Maxmilian ditangkap dan ditembak mati oleh pejuang liberal Meksiko. Benito Juarez kembali menjadi presiden hingga meninggal dunia tahun 1872.
  • Anggota Dewan Garda Konstitusi Pertama Diangkat
23 tahun yang lalu, tanggal 20 Februari 1979, Imam Khomeini, pemimpin besar Revolusi Islam Iran, menetapkan enam ahli fiqih yang menjadi anggota Dewan Garda Konstitusi pertama Iran. Dewan Garda Konstitusi adalah sebuah lembaga yang bertugas memverifikasi segala hukum yang dikeluarkan oleh Parlemen Iran agar selalu sejalan dan sesuai dengan hukum syariah Islam. Tugas lain dari Dewan ini adalah mengawasi berlangsungnya berbagai pemilu dan referendum di Iran. Dewan ini terdiri dari enam ahli fiqih (hukum agama) dan enam ahli di berbagai bidang hukum lainnya. Keenam ahli fiqih ditunjuk oleh Pemimpin Revolusi Islam Iran. Sedangkan enam ahli hukum lainnya direkomendasikan oleh Ketua Mahkamah Agung Iran, yang kemudian dipilih dan ditetapkan oleh anggota Parlemen.
  • Tragedi Hurrah Terjadi
1361 tahun yang lalu, tanggal 28 Dzulhijjah tahun 63 Hijriah, dua tahun setelah gugur syahidnya Imam Husain di Karbala, terjadilah tragedi Hurrah. Pada tahun ini, rakyat kota Madinah yang telah muak atas kezaliman dan kekejaman yang dilakukan pemerintahan Yazid, mengusir Marwan bin Hakam, Gubernur Madinah yang ditunjuk oleh Yazid. Yazid adalah anak Muawiyah bin Abu Sufyan yang mengangkat diri sebagai khalifah umat Islam. Mendengar peristiwa pengusiran gubernurnya itu, Khalifah Yazid kemudian mengirimkan sesorang yang kejam dan haus darah bernama Muslim bin Uqbah ke Madinah. Muslim bin Uqbah dan pasukannya membunuh massal penduduk kota Madinah dan merampas harta benda mereka. Menurut catatan para sejarawan, dalam pembantaian massal di Madinah itu, lebih dari 10.000 orang tewas. Dengan demikian, Khalifah Yaazid selama tiga setengah tahun berkuasa telah melakukan tiga pembunuhan besar, pertama terhadap Imam Husain dan 72 anggota keluarga serta sahabat dekat beliau di Padang Karbala, kedua, pembunuhan massal di Madinah, dan ketiga, pembunuhan massal di Mekah.
21 Februari
  • The Communist Manifesto Diterbitkan
146 tahun yang lalu, tanggal 21 Februari 1848, The Communist Manifesto atau Manifesto Komunis tulisan Karl Marx, diterbitkan di London oleh sebuah kelompok sosialis-revolusioner keturunan Jerman bernama Liga Komunis. Manifesto ini berisi proklamasi bahwa sistem sosial yang didasarkan pada kelas-kelas akan berakhir dan kelompok buruh akan menang. Awalnya, karya Karl Marx ini hanya sedikit memberikan pengaruh. Namun pada abad ke-20, kekuatan komunis semakin meningkat dan hingga tahun 1950, hampir setengah populasi dunia hidup di bawah pemerintahan yang beraliran Marxis.
Setelah diterbitkannya Manifesto Komunis tahun 1848, berbagai revolusi terjadi di Eropa, di antaranya Raja Perancis, Louis Philippe, dipaksa untuk turun tahta. Namun Revolusi tahun 1848 ini dengan segera bisa dipadamkan oleh kaum borjuis Eropa. Karl Marx kemudian pindah ke London dan pada tahun 1864 membantu mendirikan Asosiasi Buruh Internsional. Pada tahun 1867, ia menerbitkan buku monumentalnya berjudul Das Kapital. Ketika Marx meninggal tahun 1884, komunis menjadi sebuah gerakan berpengaruh di Eropa. 23 tahun kemudian, yaitu tahun 1917, Vladimir Lenin, seorang penganut Marxisme berhasil memimpin revolusi komunis di Russia.
  • Malcolm X Gugur Syahid
39 tahun yang lalu, tanggal 21 Februari 1965, Malcolm X, pejuang muslim kulit hitam AS gugur syahid. Malcolm X yang nama aslinya adalah Malcolm Little, lahir di Omaha, Nebraska, pada tahun 1925. Ayah Malcolm adalah seorang pendeta Baptis yang dibunuh oleh kelompok anti kulit hitam. Pada usia 21 tahun, Malcolm berkenalan dengan Elijah Muhammad pemimpin gerakan “Nation of Islam” yang memperjuangkan hak-hak kaum kulit hitam muslim di Amerika dan menginginkan didirikannya sebuah negara muslim terpisah. Malcolm kemudian masuk Islam dan menjadi aktivis di Nation of Islam. Kecerdasan dan kemampuan orasinya yang hebat membuat Malcolm dengan segera menjadi juru bicara Nation of Islam. Karismanya yang tinggi membuat anggota NOI dengan segera melonjak naik. Namun, perselisihan prinsip antara Malcolm X dan Elijah Muhammad, membuatnya keluar dari NOI pada tahun 1964 dan ia mendirikan organisasi Moslem Mosque. Pada tahun yang sama, ia menunaikan haji ke Mekah dan di sana, ia menjumpai bahwa kaum muslimin berasal dari berbagai bangsa dan ras. Pengalaman ini membuat Malcolm berubah pandangan. Sekembalinya ke AS, ia tidak lagi sekedar menyampaikan pesan Islam untuk kaum kulit hitam melainkan untuk semua ras. Namun perjuangan Malcolm terpaksa berhenti di usianya ke 39 tahun karena ditembak tiga orang bersenjata ketika sedang menyampaikan pidato di sebuah gedung di New York.
  • Referendum di Mesir dan Suriah
46 tahun yang lalu, tanggal 21 Februari 1958, rakyat Mesir dan Suriah dalam sebuah referendum menyetujui didirikannya negara gabungan yang diberi nama Republik Persautan Arab (RPA). Selain itu, rakyat kedua negara juga memilih Gamal Abdul Anser sebagai presiden negara gabungan yang baru didirikan tersebut. Beberapa waktu kemudian, Yaman juga ikut serta dalam RPA. Tujuan didirikannya negara gabungan Arab ini khususnya untuk menggalang persatuan bangsa-bangsa Arab dalam menghadapi Rezim Zionis. Dalam Republik Persatuan Arab ini, terdapat pemerintahan terpisah yang kebijakanya ditentukan bersama oleh sebuah Dewan Tinggi. Namun, negara gabungan ini hanya bertahan tiga tahun dan bubar tahun 1961.
  • Ibnu Khayat Meninggal
1104 tahun yang lalu, tanggal 29 Dzulhijjah 320 Hijriah, Abu Bakar Muhammad bin Ahmad Khayat, seorang ahli hadis dan ulama besar ilmu nahwu, meninggal dunia. Beliau dilahirkan di kota Samarkand di timur laut Iran, yang kini menjadi wilayah dari Uzbekistan. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Ibnu Khayat pergi ke Irak untuk melanjutkan pendidikan. Ibnu Khayat menimba ilmu di berbagai kota Irak yang kala itu merupakan pusat keilmuan dunia Islam. Di antara karya-karya peninggalan Ibnu Khayat berjudul “Ma’aniy Al-Quran”, “Al-Mujaz fin-Nahwi”, dan “An-Nahwul Kabir”.
22 Februari
  • Kudeta Reza Khan atas Ahmad Syah Qajar
83 tahun yang lalu, tanggal 22 Februari 1921, sebuah kudeta yang kemudian menentukan perjalanan sejarah bangsa Iran berlangsung di bawah pimpinan Reza Khan, seorang tentara yang memiliki hubungan kuat dengan Inggris. Operasi kudeta sedemikian rapihnya sehingga hanya dalam waktu yang sangat singkat, Reza Khan berhasil menguasai Teheran. Karena diliputi rasa takut luar biasa, Ahmad Syah Qajar, raja Iran saat itu, tidak melakukan perlawanan sedikitpun dan bahkan dengan segera mengangkat Reza Khan sebagai panglima tertinggi militer Kerajaan Iran. Setelah itu, berkat dukungan kuat Inggris yang mengangkatnya sebagai representasi London di kawasan Iran, Reza Khan akhirnya naik menjadi raja menggantikan Ahmad Syah Qajar. Akan tetapi, menyusul adanya kecenderungan Reza Khan mendukung Jerman dalam Perang Dunia II, Inggris kemudian mencopotnya dari kekuasaan dan mengusirnya dari Iran.
  • Kaum Muslimin Mengusai Mesir
1406 tahun yang lalu, tanggal 1 Muharram tahun 19 Hijriah, pasukan muslimin berhasil menguasai Mesir dan mengusir penjajah kekaisaran Roma dari kawasan itu. Perjuangan kaum muslimin itu bisa berhasil karena mendapatkan dukungan meluas dari rakyat yang sudah sangat tertekan akibat represi Kerajaan Roma. Setelah berhasil jatuh ke tangan para pejuang Islam, Mesir berubah menjadi kawasan Islami dan hampir seluruh rakyatnya memeluk agama Islam.
  • Shahibul Ma’alaim Wafat
414 tahun yang lalu, tanggal 1 Muharam 1011 Hijriah, Syaikh Hasan bin Zainul Abidin yang lebih dikenal dengan nama Shahibul Ma’alim, seorang ulama besar Islam meninggal dunia. Ia dilahirkan di Jabal Amil, sebuah kawasan di selatan Libanon pada tahun 959 Hijriah. Ia adalah putera Syahid Tsani, seorang marja besar dunia Islam zaman itu. Sejak usia kanak-kanak, Syaikh Hasan telah mempelajari ilmu-ilmu keislaman. Kemudian, berkat bakatnya yang sangat hebat di dunia keilmuan, Syaikh Hasan dengan segera menjadi ulama terpandang dunia Islam. Di antara buku-buku yang menjadi karya tulisannya semasa hidup adalah sebuah kitab berjudul “Ma’alimud-Din wa Maladzul-Mujtahidin”.
  • Masjidul Haram Dikuasai Kelompok Bersenjata
25 tahun yang lalu, 1 Muharam tahun 1400 Hijriah, sekitar 300 orang bersenjata menguasai Masjidul Haram sebagai simbol perlawanan mereka terhadap Keluarga Kerajaan Saudi yang berkuasa. Aksi bersenjata ini dipimpin oleh Jahiman Al-Otaiba. Penguasaan atas Masjidul Haram ini berlangsung selama dua minggu. Akhirnya, setelah mendapatkan bantuan dari tentara Perancis, dengan menggunakan berbagai senjata berat, tentara Arab Saudi berhasil mengusir pasukan Al-Otaiba dan menguasai kembali Masjidul Haram. Selama bentrokan berlangsung, Masjidul Haram bersimbah darah akibat terbunuhnya 244 orang dari kedua belah pihak. Satu bulan setengah kemudian, 36 sisa pasukan Al-Otaiba berhasil ditangkap dan dihukum mati sehingga pemberontakan tersebut betul-betul padam.
23 Februari
  • Johann Gutenberg Meninggal Dunia
536 tahun yang lalu, tanggal 23 Februari 1468, Yohan Gutenberg penemu mesin cetak, meninggal dunia. Dia dilahirkan di Jerman namun kemudian pindah ke Strasburg Perancis dan menggeluti dunia teknologi. Pada tahun 1436, Gutenberg memulai proyek pembuatan mesin cetaknya. Ialah yang pertama kali menemukan mesin cetak yang menggunakan huruf tercetak pada sekeping logam yang dapat dipindah-pindah. Gutenberg mesin cetaknya tersebut dari campuran timbel, timah, dan antimonium untuk setiap huruf abjad. Setelah terbentuk, tip-tip dapat disusun untuk membentuk kata-kata yang selanjutnya ditata menjadi satu halaman naskah. Menekankan selembar kertas pada tip yang bersput tinta akan menghasilkan hhalaman cetak. Satu tatanan tip dapat digunakan untuk membuat 100 halaman cetak sebelum tip itu disusun ulang untuk halaman lain, hingga seluruh buku dicetak. Mesin ini dengan mudah mencetak buku sampai ratusan eksemplar. Akibatnya adalah penyebaran pengetahuan berita, opini dan informasi lain yang makin cepat ke seluruh Eropa. Fenomena ini adalah bagian terpenting dari fenomena ledakan informasi (information booming).
  • Produksi Aluminium Pertama
118 tahun yang lalu, tanggal 23 Februari 1886, Martin Hall, seorang ilmuwan Amerika, berhasil menemukan cara peleburan alumunium modern pertama. Campuran aluminium telah digunakan manusia sejak berabad-abad yang lalu, meskipun mereka tidak mengenalinya sebagai komposisi logam. Orang-orang Persia lebih dari 7000 tahun yang lalu telah menggunakan campuran aluminium dalam pembuatan pot dan mangkok mereka. Orang-orang Mesir dan Babylonia kuno juga menggunakan campuran aluminium untuk kosmetik dan obat-obatan. Pada tahun 1808, keberadaan aluminium dibuktikan oleh Sir Humphry Davy, dan dialah yang memberi nama jenis komposisi logam itu dengan nama aluminium. Pada tahun 1888, Charles Martin Hall dari Pittsburgh, berhasil menemukan cara memproduksi aluminum dengan modal rendah dan kualitas yang tinggi dan dimulailah industri alumiun dunia.
  • Guyana Berubah Menjadi Republik
34 tahun yang lalu, tanggal 23 februari 1970, sistem pemerintahan Guyana berubah dari sistem Gubernur Jenderal menjadi Republik. Guyana adalah sebuah negara di Amerika Tengah dan berpenduduk asli bangsa Indian. Pada abad ke 17, Guyana menjadi daerah jajahan bersama antara Belanda dan Inggris, namun sejak tahun 1815, Inggris berkuasa penuh atas Guyana. Pada tahun 1966, Guyana meraih kemerdekaannya dan menjadi anggota persemakmuran Inggris.
Doktor Beheshti Terplih Sebagai Ketua Dewan Tinggi Negara
24 tahun yang lalu, tanggal 23 Februari 1980, Ayatullah Doktor Muhammad Husaini Beheshti diangkat sebagai ketua Dewan Tinggi Negara Republik Islam Iran. Pengangkatan Beheshti dilakukan setelah diselenggarakan referendum yang hasilnya menyetujui dibentuknya Republik Islam Iran, disahkannya undang-undang dasar, dan dibentuknya Parlemen. Dewan Tinggi Negara adalah sebuah lembaga yang bertugas membentuk Mahkamah Agung Iran. Namun, dua tahun kemudian, Doktor Beheshti yang merupakan salah satu ulama pejuang revolusi Islam garis depan, gugur syahid di tangan teroris.
  • Imam Husain Tiba di Karbala
1364 tahun yang lalu, tanggal 2 Muharam 61 Hijriah, Imam Husain a.s., cucu Rasulullah SAWW bersama dengan anggota keluarga dan sahabat setia beliau, tiba di tanah Karbala. Beberapa bulan sebelumnya, Imam Husain dalam rangka penolakannya untuk berbaiat atau berjanji setia kepada Yazid bin Muawiyah yang mengangkat diri sebagai khalifah kaum muslimin, pergi meninggalkan kota Madinah menuju Mekah. Sementara itu, ribuan surat dari warga Kufah disampaikan kepada Imam Husain untuk mengundang beliau agar datang ke kota itu untuk memimpin perjuangan melawan Khalifah Yazid yang sangat kejam. Untuk memenuhi undangan itu, Imam Husain beserta 72 orang rombongan beliau, meninggalkan kota Madinah menuju Irak. Namun, ternyata warga Kufah yang mendapat represi dari pemerintahan Yazid, berbalik menentang Imam Husain, sehingga sebelum sampai ke kota Kufah, Imam Husain sudah dicegat oleh pasukan Kufah dan digiring ke Karbala.
24 Februari
  • Juan Peron terpilih Sebagai Presiden
24 Februari 1946, Juan Domingo Peron terpilih sebagai Presiden Argentina. Peron adalah tokoh kontroversial Argentina. Pada tahun 1943, sebagai tentara, ia bergabung dalam kudeta menggulingkan pemerintahan saat itu. Pada tahun 1944 ia diangkat sebagai wakil presiden dan menteri perang. Setahun kemudian, dia digulingkan dari jabatannya dan dipenjarakan. Namun, atas desakan para buruh dan pekerja yang mendukungnya, Peron segera dibebaskan kembali. Dia pun kemudian menikahi seorang wanita bernama Eva Duarte yang terkenal dengan nama Evita Peron. Evita Peron adalah pendukung dan penasehat politik utama Juan Peron ketika pada tahun 1946 ia terpilih sebagai presiden. Sebagai presiden, awalnya Juan Peron mendapatkan dukungan besar. Namun kemudian ia berubah menjadi otoriter dan melakukan tekanan kepada oposan dan media massa. Pada tahun 1952, Evita Peron meninggal dan barisan pendukung Peron pun mulai pecah. Tiga tahun kemudian Juan Peron dikudeta dan ia hidup di luar negeri selam18 tahun. Pada tahun 1973, Juan Peron kembali ke Argentina dan kembali menang dalam pemilu kepresidenan.
Perjanjian Mesir-Israel Ditandatangani
24 Februari 1949, perjanjian gencatan senjata dan penghentian perang antara Arab-Israel, ditandatangani oleh utusan dari Mesir dan Israel. Perundingan yang berlangsung di Kepulauan Rhodes itu dimulai sejak tanggal 12 Januari tahun yang sama. Dalam perundingan itu, sempat terjadi deadlock karena Israel mendesak agar negara-negara Arab menarik mundur seluruh pasukannya dari kawasan Palestina, sementara Mesir menginginkan agar pasukan Arab mundur hanya sampai ke wilayah yang mereka rebut pada bulan Oktober 1948.
Perang Arab-Israel meletus ketika tahun 1948, Zionis mendirikan negara Israel di kawasan Palestina pendudukan. Namun, persenjataan canggih yang dimiliki Israel membuat mereka berhasil masuk ke wilayah Mesir dan Libanon dan mengalahkan kekuatan Arab. Perang berakhir pada bulan Januari tahun 1949 dan atas campur tangan PBB, kedua pihak mengadakan perundingan damai yang hasilnya ditandangani tanggal 24 Februari.
  • Serangan Darat di Perang Teluk Dimulai
24 Februari 1991, setelah enam minggu melakukan pengeboman intensif terhadap Irak dalam Perang Teluk, pasukan koalisi yang dipimpin oleh AS memulai serangan darat mereka. Perang ini terjadi setelah tanggal 2 Agustus 1990, Irak menginvasi Kuwait dan dalam beberapa jam telah mennduduki posisi-posisi paling startegis di negeri itu. Tiga bulan kemudian, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang berisi izin untuk menggunakan kekuatan militer bila hingga tanggal 15 Januari, Irak masih juga belum angkat kaki dari sana. Pada tanggal 16 Januari, dimulailah Operasi Badai Gurun yang diawali dengan pengeboman lewat udara terhadap kota Bagdad.
  • Rasulullah Mengirim Surat Kepada Raja-Raja
3 Muharam 7 Hijriah, Rasulullah SAWW mulai mengirimkan surat-surat kepada raja-raja di berbagai penjuru dunia untuk mengajak mereka memeluk agama Islam. Sejarawan mencatat, jumlah surat yang dikirim Rasulullah itu antara 12 hingga 26 surat, di antaranya dikirimkan kepada Raja Roma, Iran, Habasyah, Bahrain, dan Yaman. Pengiriman surat ini menunjukkan bahwa cara penyebaran ajaran Islam adalah dengan menggunakan logika, penjelasan, dan argumentasi, bukan dengan pedang. Beberapa tahun setelah pengiriman surat tersebut, Islam menyebar ke berbagai penjuru dunia.
  • Ibnu Khuluf Lahir
3 Muharam 829 Hijriah, Ibnu Khuluf, seorang cendikiawan dan sastrawan terkenal kaum muslimin, terlahir ke dunia. Pada masa kanak-kanaknya, Ibnu Khuluf pergi ke Mekah, lalu ke Baitul Maqdis, dan akhirnya ke Kairo, untuk menuntut ilmu. Pada usia 26 tahun, Ibnu Khuluf telah masuk ke dalam jajaran cendikiawan terkemuka di Kairo saat itu. Ibnu Khuluf banyak menciptakan syair-syair yang indah, di antaranya berisi puji-pujian kepada Rasulullah SAW.
25 Februari
  • Penyakit Scurvy Diidentifikasi
25 Februari 1753, identifikasi terhadap penyakit scurvy yang indikasinya adalah pendarahan pada badan, lebam-lebam, gusi berdarah, dan gigi mudah tercabut, berhasil dilakukan oleh Dr. James Lind dari Skotlandia. Awalnya, Christopher Columbus pada tahun 1492 menemukan bahwa banyak awak kapalnya mengalami pendarahan gusi. Penyakit ini terus ditemukan di tengah para awak kapal selama berabad-abad berikutnya, sampai akhirnya Dokter James Lind menemukan bahwa penyakit ini muncul akibat kekurangan vitamin C, karena makanan para awak kapal itu umumnya hanya berupa roti dan daging kering. Vitamin C ialah antioksidan yang diperlukan oleh sekurang-kurangnya 300 fungsi metabolik dalam badan, di antaranya untuk pertumbuhan dan penggantian sel. Vitamin C juga membantu pengeluaran hormon anti-stress dan interferon, yang amat berguna dalam sistem kekebalan tubuh. Selain itu, vitamin C bermanfaat dalam mencegah kanker dan meningkatkan penyerapan zat besi.
  • Ferdinand Marcos Lari dari Filipina
25 Februari 1986, Ferdinand Marcos, presiden Filipina saat itu, melarikan diri ke Hawaii menyusul revolusi damai yang dilancarkan oleh rakyatnya. Marcos naik ke kursi kepresidenan Filipina pada tahun 1965 dan dia menjalankan pemerintahannya dengan represif serta banyak melakukan korupsi dan nepotisme. Pada tahun 1973, Marcos bahkan mengangkat dirinya sebagai presiden seumur hidup. Pada pertengahan tahun 1980-an, rakyat Filipina bangkit menuntut pengunduran diri Marcos dan akhirnya, diktator ini terpaksa lari ke Hawai dan meninggal di sana tiga tahun kemudian.
  • Perang Saudara di Syiria Meletus
25 Februari 1954, terjadilah perang antara pejuang kebebasan Syria melawan pemerintahan Adib Al-Shishakli. Sebelumnya, Kolonel Shishakli meraih kekuasaan melalui kudeta tahun 1951 terhadap presiden saat itu, Hashem Atasi. Shishakli memerintah dengan sistem dikator militer dan pada tahun 1953, ia menetapkan undang-undang baru yang amat membatasi kebebasan rakyat sipil. Perjuangan penggulingan Shishakli dilakukan oleh kelompok-kelompok nasionalis, yang terdiri dari buruh, petani, dan mahasiswa. Mereka kemudian memilih Hashem Atasi, yang juga merupakan pemimpin Partai Sosialis Syria, kembali menjadi Presiden dan mengembalikan UU Syria kepada UU tahun 1950.
  • Pembunuhan di Makam Ibrahim oleh Zionis
25 Februari 1994, seorang warga Israel ekstrim membunuh massal kaum muslim Palestina yang sedang menunaikan sholat di seputar kompleks makam Nabi Ibrahim di kota Al-Khalil, Tepi Barat. Sebanyak 29 warga Palestina gugur syahid dan sejumlah lainnya luka-luka akibat berondongan senjata dari orang Zionis itu. Teror yang terjadi di bulan Ramadhan itu menimbulkan kemarahan masyarakat Arab dan muslim, sampai-sampai, pemerintah negara-negara Arab terpaksa mengundurkan jadwal perundingan damai mereka dengan Tel Aviv. Di Palestina sendiri, sitausi menjadi memanas dan perlawanan bangsa Palestina semakin meningkat. Untuk meredam kemarahan warga Palestina, rezim Zionis menangkap pelaku teror itu dan mengadilinya. Namun pengadilan memutuskan bahwa pelaku teror itu mengalami gangguan jiwa sehingga dibebaskan dari hukuman.
  • Abul Qasim Muhammad Baghdadi Meninggal
4 Muharam 485 Hijriah, Abul Qasim Muhammad Baghdadi, yang terkenal dengan nama Ibnu Naqiya, seorang penyair dan penulis terkenal dari Bagdad, meninggal dunia. Abul Qasim Baghdadi dikenal karena syair-syairnya yang indah, penuh hikmah, dan menggunakan bahasa yang sederhana, yang dimuat dalam buku kumpulan syairnya yang berjudul Maqamaat. Dalam buku ini, Ibnu Naqiya mengkritik kerusakan-kerusakan sosial dalam bentuk hikayat dan humor. Ibnu Naqiya juga menulis buku lain berjudul “Al-Jaman fi Tashbihaatil Quran” yang berisi penafsiran terhadap 226 ayat Al-Quran.
26 Februari
  • Robert Boyle Meninggal Dunia
26 Februari 1691, Robert Boyle, seorang fisikawan terkenal Irlandia, meninggal dunia. Boyle dilahirkan pada tahun 1627 dalam sebuah keluarga Protestan asal Inggris yang menetap di Irlandia. Boyle menuntut ilmu di sebuah universitas di Oxford, Inggris dan kemudian melakukan berbagai penelitian di bidang fisika. Boyle terkenal atas penemuan hukum tekanan gas yang kemudian disebut sebagai Hukum Boyle, yang berbunyi, “Bila gas dijaga dalam temperatur konstan, tekanannya berbanding terbalik dengan volume.”
  • Victor Hugo Lahir
26 Februari 1806, Victor Hugo, seorang sastarwan terkenal Perancis, terlahir ke dunia. Di usia muda, Hugo telah mulai menulis puisi, tragedi, dan menerjemahkan karya-karya Virgil, seorang penyair Romawi. Pada usia 25 tahun, Hugo telah diangkat sebagai anggota Akademi Perancis dan anggota dewan legislatif negara ini. Namun, pada zaman pemerintahan Napoleon III, dia disingkirkan dari politik dan hidup di pengasingan akibat penentangannya terhadap politik despotisme pemerintah. Selama 20 tahun di pengasingan, Hugo menulis berbagai novel, puisi, dan drama. Ia pun dianggap sebagai penulis aliran Romantis Perancis yang terpenting. Dalam pembukaan drama sejarahnya yang berjudul Cromwell, yang ditulisnya tahun 1827, Hugo menulis bahwa romantisme adalah liberalisma dari sastra. Hugo membangun versi tersendiri dari novel sejarah, yang mengkombinasikan kenyataan sejarah dengan imajinasi yang hidup dan melodramatic. Karya Hugo yang paling terkenal berjudul “The Hunchback of Notre Dame” dan “Les Misérables”.
  • Perjanjian Iran-Soviet Ditandatangani
26 Februari 1921, perjanjian persahabatan antara Iran dan Soviet ditandatangani. Dalam perjanjian yang ditandatangani empat tahun setelah revolusi di Soviet itu, Moskow mengumumkan bahwa politik imperialisme yang selama ini diterapkan Tzar Rusia terhadap Iran tidak akan dilanjutkan. Atas dasar itu, pemerintah Soviet membatalkan semua perjanjian yang sebelumnya pernah ditandatangani antara Rusia dengan Iran yang merugikan pihak Iran. Namun demikian, beberapa daerah Kaukasus yang sebelumnya direbut Rusia dari Iran tidak dikembalikan oleh Soviet. Di lain pihak, Iran berjanji untuk tidak memberi izin penggunaan wilayahnya untuk aktivitas yang merugikan Soviet, mengingat saat itu Soviet tengah berseteru dengan negara-negara Barat.
  • Dehkhoda Meninggal
26 Februari 1956, Ali Akbar Dehkhoda, seorang sastrawan dan penyair besar kontemporer Iran, meninggal dunia. Dia dilahirkan pada tahun 1880, di kota Teheran. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Dehkhoda pergi ke Eropa dan tinggal di sana selama lima tahun untuk melakukan penelitian. Sekembalinya ke Iran, Dehkhoda bergabung dalam perjuangan revolusi konstitusional. Melalui tuliasan-tulisannya, Dehkhoda mengkritik berbagai despotisme yang dilakukan oleh raja Iran dan pemerintahannya saat itu. Dehkhoda
juga menulis karya-karya syair yang sangat indah daan menggunakan bahasa yang sederhana. Selain itu, Dehkhoda menulis kamus folklor bahasa Persia pertama berjudul “Amsal wa Hikam” yang terdiri dari 24.000 pepatah Persia.
  • Ayatullah Mirza Hashim Amuli Meninggal
26 Februari 1993, Ayatullah Mirza Hashim Amuli, seorang ulama besar kontemporer Iran, meninggal dunia. Beliau menuntut ilmu di hauzah ilmiah kota Qum, Iran, Dalam waktu singkat Ayatullah Hashim Amuli berhasil mencapai derajat mujtahid dan kemudian beliau melanjutkan pendidikan ke kota Najaf Irak. Kemudian, Ayatullah Hashim Amuli mengabdikan hidupnya untuk mengajar ilmu-ilmu agama dan mendidik banyak murid yang kelak menajdi ulama terkenal. Ayatullah Hashim Amuli menjalani hidup dengan penuh kezuhudan, takwa, dan kejujuran. Karya-karya tulis yang ditinggalkan Ayatullah Amuli di antaranya berjudul “Kashful Haqaiq”.
27 Februari
  • Penjajahan Portugis di Brazil Dimulai
27 Februari 1509, sembilan tahun setelah ditemukannya Brazil oleh seorang penjelajah Portugal, Pedro Alvares Cabral, Portugis secara resmi memulai penjajahannya atas Brazil. Selama ratusan tahun menjajah Brazil, Portugis mendatangkan lebih dari tiga juta budak dari Afrika dan mempekerjakan mereka di ladang-ladang tebu dan kopi. Sementara itu, penduduk asli Brazil, yaitu bangsa Indian, tersingkir dan hidup dalam kemiskinan. Pada tanggal 7 September tahun 1822, Dom Pedro, anak Raja Portugis, menjadi Kaisar di Brazil dan menyatakan pemisahan diri Brazil dari wilayah kekuasaan Portugis. Tanggal ini setiap tahun diperingati rakyat Brazil sebagai hari kemerdekaan.
  • Perang Polandia-Swedia Dimulai
27 Februari 1701, perang enam tahun antara Polandia melawan Swedia dimulai dengan serangan dari tentara Swedia di bawah komando Raja Carol XII terhadap wilayah Polandia. Alasan serangan Raja Carol ke Polandia adalah karena Raja Polandia pada tahun 1698 bergabung dalam persatuan segitiga bersama Rusia dan Denmark yang bertujuan untuk melawan Swedia. Peranag ini berakhir tahun 1706 dengan kemenangan Swedia.
  • Dominika Merdeka
27 Februari 1844, Dominika Republik berhasil meraih kemerdekaannya dari Haiti. Wilayah Dominika ditemukan oleh Columbus pada tahun 1492 dan bersama dengan negara-negara Karibia lainnya, Dominika menjadi jajahan Spanyol. Setelah tiga abad berada di bawah penjajahan Spanyol, Dominika direbut oleh Haiti 1822. Dua puluh dua tahun kemudian, perjuangan rakyat Dominika mencapai hasilnya dan negara ini meraih kemerdekaan. Namun, tahun 1916, Amerika Serikat menduduki Dominika. Perjuangan rakyat Dominika terhadap AS semakin memuncak, sehingga tahun 1924, AS terpaksa angkat kaki dari negeri itu. Meskipun demikian, rakyat Dominika masih terus menderita di bawah berbagai perang saudara.
  • Serangan Udara Jepang Dimulai
27 Februari 1942, dalam era Perang Dunia Kedua, pesawat-pesawat tempur Jepang memulai serangan besar-besarannya terhadap angkatan laut pasukan Sekutu di laut Jawa. Saat itu, kapal-kapal perang AS, Australia, dan Inggris terkonsentrasi di laut Jawa. Serangan Jepang ini berakhir dengan tenggelamnya sejumlah besar kapal-kapal perang Sekutu.
  • Menara Miring Pisa Butuh Bantuan
27 Februari 1964, pemerintah Italia secara resmi meminta saran dan bantuan dari dunia internasional untuk memperbaiki menara Pisa yang semakin hari semakin miring. Saat itu, puncak menara setinggi 180 kaki itu telah miring sejauh 17 kaki ke arah selatan dan studi menunjukkan bahwa kemiringan menara itu setiap tahun terus bertambah. Berbagai proposal rancangan perbaikan menara warisan abad pertengahan itu berdatangan dari berbagai negara, namun rekonstruksi baru benar-benar dimulai tahun 1999. Menara miring Pisa mulai dibangun tanggal 9 Agustus tahun 1173, sebagai tempat meletakkan lonceng gereja Piazza dei Miracoli di kota Pisa, Italia, yang saat itu menjadi kekuatan utama perdagangan dan salah satu kota terkaya di dunia.
  • Sayyid Razi Meninggal
6 Muharram 406 Hijriah, Sayyid Muhammad Husain Musawi Baghdadi, yang terkenal dengan nama Sayyid Razi, seorang cendikiawam besar muslim, meninggal dunia pada usianya ke 47 tahun. Sejak masa kanak-kanak, Sayyid Razi telah mulai menuntut ilmu dari ulama-ulama besar zaman itu, di antaranya Syaikh Mufid. Dalam usia yang masih muda, Sayyid Razi telah berhasil mengusai ilmu-ilmu yang berkembang saat itu dan beliau kemudian mulai menyusun buku, di antaranya berjudul “Haqayiqut-Tanzil” dan “Mujazaatul Quran”. Karya beliau yang terpenting adalah penyusunan kitab Nahjul Balaghah yang berupa kumpulan, khutbah, surat, doa, dan wasiat Imam Ali a.s.
28 Februari
  • Kebangkitan Rakyat Swedia Dimulai
28 Februari 1522, rakyat Swedia memulai kebangitan mereka melawan penjajahan yang dilakukan Raja Christian II dari Denmark. Pemimpin perjuangan rakyat Swedia tersebut adalah Gustav Vasa. Vasa dan pasukannya akhirnya berhasil mengusir Denmark dari tanah air mereka. Pada tahun1523, parlemen Swedia memilih Gustav Vasa sebagai raja. Gustav Vasa kemudian menciptakan negara persatuan yang kuat dengan cara memperkenalkan administrasi keuangan, memperkuat industri, perdagangan, dan pertanian, serta meningkatkan kekuatan militer. Raja Swedia ini juga mendirikan dinasti Vasa yang berkuasa di Swedia hingga tiga abad kemudian.
  • Mesir Merdeka
28 Februari 1922, Mesir meraih kemerdekaannya dari penjajahan Inggris. Mesir adalah negeri yang memiliki peradaban kuno berusia lebih dari 8000 tahun. Dua puluh tahun setelah lahirnya Islam, agama yang disampaikan oleh Nabi Muhammad itu berkembang di Mesir dan negara ini bahkan sempat menjadi pusat keilmuan kaum muslimin. Pada tahun 1798, tentara Napoleon mendarat di Alexandria dan sejak itu dimulailah pendudukan Perancis atas Mesir. Tahun 1801, pasukan gabungan Inggris dan Turki mengusir Perancis, dan dimulailah penjajahan Inggris atas Mesir. Pada tahun 1922 Mesir meraih kemerdekaan, namun tetap di bawah protektorat Inggris. Pada tahun 1952, Muhammad Najib, Gamal Abdul Naser, dan beberapa perwira Mesir lainnya memimpin kudeta terhadap Raja Farouk dan pada tahun 1953, sistem pemerintahan Mesir diubah dari kerajaan menjadi republik.
  • Gencatan Senjata Perang Teluk Dimulai
28 Februari 1991, setelah Perang Teluk berlangsung selama 40 hari, Presiden AS, George Bush, mengumumkan gencatan senjata. Perang Teluk meletus akibat invasi Irak ke Kuwait tahun 1990. Atas resolusi dari PBB, pasukan multinasional di bawah pimpinan AS menyerang Irak dan meletuslah Perang Teluk. Setelah dilakukan gencatan senjata, dimulailah perundingan antara negara-negara koalisi dan Irak, yang hasilnya, Irak bersedia menerima resolusi Dewan Keamanan PBB. Setelah itu, PBB juga memberlakukan embargo ekonomi terhadap rezim Saddam, namun yang menjadi korban utama adalah rakyat sipil dan anak-anak Irak yang kekurangan makanan dan obat-obatan akibat embargo tersebut.
  • Serangan NATO Pertama
28 Februari 1994, berlangsunglah operasi militer pertama yang dilakukan oleh NATO atau Pakta Pertahanan Atlantik Utara. Saat itu, pesawat-pesawat AS menembak jatuh empat pesawat perang Serbia yang tengah melakukan pengeboman di daerah larangan terbang Bosnia. NATO dibentuk pada tahun 1949 oleh AS, 10 negara Eropa, dan Kanada sebagai upaya pertahanan melawan agresi Soviet. Setelah Perang Dingin berakhir, anggota NATO sepakat untuk menggunakan kekuatan militernya dalam menjaga keamanan dunia. Pada tahun 1995, NATO mengirimkan 60.000 pasukannya untuk mengamankan pelaksanaan perjanjian damai Dayton yang ditandantangani oleh pihak-pihak yang berseteru dalam konflik Bosnia.
Ayatullah Milani Lahir
7 Muharram 1313 Hijriah, Ayatullah Sayyid Hadi Milani, seorang marja’dan ulama besar Islam, terlahir ke dunia di kota Najaf, Irak. Beliau sejak kecil telah mulai mempelajari Al-Quran dan kemudian menuntut ilmu agama di hauzah ilmiah kota Najaf sampai mencapai derajat mujtahid. Selain itu, Ayatullah Milani juga menguasai bidang sastra Arab dan Persia. Kemudian, Ayatullah Milani mengabdikan hidupnya untuk mengajar dan menulis buku. Buku-buku karya beliau di antaranya berjudul “Muhadharah fi Fiqhil Imamiyah” yang terdiri dari 10 jilid.
29 Februari
  • Gempa di Agadir
29 Februari 1960, kota Agadir yang terletak di tepi pantai Maroko, dilanda gempa dahsyat. Dalam musibah tersebut, lebih dari 12.000 orang tewas dan hampir seluruh bagian kota itu hancur. Gempa di Agadir itu disebut-sebut sebagai gempa terbesar di Maroko, bahkan di Afrika. Atas instruksi Raja Hassan II, kota itu kembali dibangun menjadi kota modern yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pariwisata. Kota Agadir kini menjadi salah satu objek pariwisata pantai terkenal di dunia.
  • Imam Khomeini Kembali ke Qom
29 Februari 1979, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Imam Khomeini, kembali ke kota suci Qom, tempat beliau dulu menuntut ilmu, mengajar, dan memperjuangkan revolusi Islam. Imam Khomeini diasingkan ke luar negeri oleh Rezim Shah pada tahun 1965, setahun setelah terjadinya kebangkitan berdarah rakyat Iran. Empat belas tahun kemudian, saat perjuangan rakyat Iran semakin menggelora, Imam Khomeini kembali ke Iran dan mendirikan pemerintahan Islam Iran. Setelah kekuasaan berhasil diambil alih secara penuh dari tangan rezim Shah, Imam memutuskan untuk tinggal di kota Qom. Di sana, beliau menempati sebuah rumah yang sangat sederhana. Namun beberapa bulan kemudian, situasi pemerintahan membuat Imam harus berada di ibu kota, sehingga beliau kembali pindah ke Teheran. Meskipun menjadi pemimpin tertinggi di Iran, namun Imam tetap tinggal di sebuah rumah kontrakan dengan satu kamar yang amat sederhana.
  • Kota Tehran Diserang Irak
29 Februari 1988, menyusul berbagai kekalahan yang dialami oleh rezim Sddam dalam usahanya menginvasi Iran, tentara rezim ini membombardir kawasan pemukiman penduduk di kota Teheran. Pengeboman kota Teheran serta kota-kota lainnya di Iran itu terus berlangsung selama satu setengah bulan. Serangan terhadap pemukiman sipil di Tehran ini merupakan serangan keempat kalinya yang dilakukan Saddam sejak awal agresinya ke Iran di tahun 1980.
  • Korsel Tarik Tentaranya dari Vietnam
29 Februari 1972, Korea Selatan menarik mundur 11.000 tentaranya dari Vietnam, sebagai bagian dari rencana penarikan seluruh tentaranya yang berjumlah 48.000. Tentara Korsel mulai berdatangan ke Vietnam pada tahun 1965, sebagai bagian dari Angkatan Bersenjata Dunia Bebas yang diicanangkan oleh Presiden AS, Lyndon B. Johnson. AS mencanangkan program ini untuk mencari dukungan militer dari dunia internasional atas programnya di Vietnam. Sebagaimana yang juga dilakukan AS di negara-negara lain dalam era Perang Dingin, negara adidaya ini berusaha melawan kekuatan komunis dukungan Soviet yang tengah berkembang di Vietnam Utara. AS kemudian mendukung pendirian negara Vietnam Selatan yang pro-Barat dan pecahlah perang Vietnam pada tahun 1965. Perang ini berakhir tahun 1973 dengan menyerahnya Vietnam Selatan kepada Vietnam Utara. Kedua negara ini akhirnya kembali bergabung menjadi Republik Sosialis Vietnam.
Abu Sahl Kuhi Lahir
8 Muharam tahun 329 Hijriah, Abu Sahl Kuhi, ahli matematika dan astronomi Iran, terlahir ke dunia. Sebagian besar umur Abu Sahl Kuhi dihabiskan di kota Bagdad yang merupakan pusat keilmuan dunia pada zaman itu. Selama 30 tahun, dia melakukan penelitian di bidang astronomi dan sebagai hasilnya, dia berhasil mendirikan observatorium yang kemudian dimanfaatkan oleh para ilmuwan setelahnya. Abu Sahl juga banyak menulis buku, di antaranya berjudul “Dawair Hamaseh